Presiden Prancis berharap negara kaya menyumbangkan vaksin Covid-19 ke Afrika

Jumat, 19 Februari 2021 | 13:51 WIB Sumber: Euronews
Presiden Prancis berharap negara kaya menyumbangkan vaksin Covid-19 ke Afrika

ILUSTRASI. Warga lansia menunggu pembukaan pusat vaksinasi virus corona (COVID-19) di Nice, Prancis, Jumat (22/1/2021). REUTERS/Eric Gaillard


KONTAN.CO.ID - PARIS. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengusulkan agar negara-negara menyumbang antara 3-5 persen cadangan vaksin Covid-19 mereka ke Afrika yang cukup kesulitan saat ini.

Gagasan tersebut disampaikan Macron kala menghadiri pertemuan para pemimpin G7 hari Jumat (19/2). Dikutip dari Euronews, Kanselir Jerman Angela Merkel juga mendukung gagasan tersebut.

"Saya berkata: 'mari kita transfer 3-5 persen dari stok vaksin yang kita miliki ke Afrika'. Hal ini tidak akan berdampak pada kelanjutan rencana vaksinasi negara kaya," ungkap Macron dalam wawancaranya dengan Financial Times.

Macron juga menekankan bahwa rencana sumbangan dilakukan demi kepentingan Prancis dan Eropa. Ia menyebut bahwa saat ini Prancis memiliki lebih dari 10 juta warga negara yang memiliki kerabat di Afrika.

"Saya tidak bisa menerima kenyataan bahwa ratusan juta vaksin sudah diberikan ke negara-negara kaya sementara negara-negara miskin belum mendapatkannya," lanjut Macron.

Baca Juga: Presiden Prancis: Dunia butuh vaksin China dan Rusia agar menang lawan Covid-19!

Macron percaya bahwa dengan kekuatan dan pengaruh yang mereka punya, negara-negara kaya bisa memberikan tekanan lebih kepada produsen vaksin untuk mempercepat dan meningkatkan produksi vaksin lalu mengirimnya ke luar negeri, dalam hal ini adalah Afrika.

Prancis kembali menegaskan komitmennya untuk megirimkan 5 persen dari stok vaksin Covid-19 mereka ke Afrika, baik dalam bentuk sumbangan atau pun dijual dengan harga yang sangat rendah.

Saat ini Macron mengakaui bahwa Uni Eropa masih lebih lambat dari AS dalam hal memproduksi dan memasok vaksin untuk penduduknya sendiri. 

Walaupun demikian, ia bersikeras bahwa mengalihkan sebagian kecil ke negara-negara Afrika tidak akan menghalangi program inokulasi.

Selanjutnya: Ketahuan! Negara kaya timbun vaksin Covid-19 lebih banyak dari yang dibutuhkan

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru