kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Joe Biden jadi presiden AS terpilih, Trump: Faktanya pemilihan ini belum selesai!


Senin, 09 November 2020 / 09:28 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump terpantul di kaca saat meninggalkan ruangan setelah memberikan keterangan media mengenai hasil pemilu presiden 2020. REUTERS/Carlos Barria


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

Di Pennsylvania, hakim berpihak pada Partai Republik dan memerintahkan beberapa surat suara sementara disisihkan dan memberi pengamat Republik akses yang lebih besar untuk penghitungan suara. Pakar hukum mengatakan gugatan hukum terlalu sempit untuk berdampak pada hasil pemilu.

Sementara itu, Partai Republik berusaha mengumpulkan setidaknya US$ 60 juta untuk mendanai gugatan.

Baca Juga: Pahami kekecewaan Trump, Biden: Saatnya singkirkan retorika kasar dan turunkan suhu

“Dia harus memastikan setiap suara dihitung dan menuntut transparansi. Itu menempatkan dia pada dasar retorika yang kuat,” kata mantan pejabat Gedung Putih lainnya.

Partai Republik khawatir bahwa Trump dapat menodai warisannya jika pada akhirnya dia tidak keluar dengan anggun dari Gedung Putih dan mengikis kekuatan politiknya di masa depan.

"Tidak mungkin baginya untuk mencalonkan diri lagi pada 2024 jika dia dipandang sebagai pecundang," kata sumber Kongres dari Partai Republik.

Selanjutnya: Kalah Pilpres AS, Melania Trump dirumorkan akan gugat cerai Trump




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×