kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.058   58,00   0,32%
  • IDX 5.730   -210,77   -3,55%
  • KOMPAS100 758   -27,46   -3,50%
  • LQ45 573   -16,40   -2,78%
  • ISSI 199   -7,27   -3,53%
  • IDX30 325   -8,75   -2,62%
  • IDXHIDIV20 404   -8,46   -2,05%
  • IDX80 86   -2,88   -3,24%
  • IDXV30 110   -3,37   -2,97%
  • IDXQ30 105   -2,52   -2,33%

Kabarnya, Presiden AS dan China bakal teken perjanjian dagang pada 17 November


Selasa, 29 Oktober 2019 / 21:34 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump berjabatan tangan dengan Presiden China Xi Jinping sebelum memulai pertemuan bilateral selama KTT G20 di Osaka, Jepang, 29 Juni 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping kemungkinan akan menyelesaikan perjanjian perdagangan di sela-sela KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) bulan depan di Chili. Tapi, tanggalnya masih belum pasti.

South China Morning Post, Selasa (29/10), mengutip seorang pejabat Gedung Putih yang memberi pengarahan tentang pengaturan jadwal tersebut melaporkan, para pemimpin dari dua ekonomi terbesar dunia itu sementara diagendakan untuk menandatangani kesepakatan perdagangan pada 17 November. "Jika semuanya berjalan lancar," kata pejabat itu seperti dilansir Reuters.

Baca Juga: AS dapat memperpanjang penangguhan tarif produk-produk China senilai US$ 34 miliar

Trump pada Senin (28/10) mengatakan, dia berharap bisa meneken bagian penting dari kesepakatan perdagangan dengan China di KTT APEC, tetapi tidak mengungkap waktu persisnya. Sumber lain yang mengetahui rencana itu menyebutkan, 17 November adalah tanggal kemungkinan pertemuan Trump dan Xi.

Sebelumnya, Perwakilan Dagang AS (USTR) menyatakan, sedang mempelajari, apakah mereka akan memperpanjang penangguhan tarif atas barang-barang China senilai US$ 34 miliar yang berakhir 28 Desember 2019 nanti.

Baca Juga: Kabar baik, AS dan China menyelesaikan beberapa bagian dari perjanjian dagang

Melansir Reuters, USTR menyebutkan, kajian tersebut datang setelah ada permintaan dari importir negeri uak Sam untuk memperpanjang penundaan tarif sebesar 25% atas barang-barang negeri tembok raksasa dengan nilai US$ 34 miliar.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×