kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.927   57,00   0,32%
  • IDX 5.721   -99,45   -1,71%
  • KOMPAS100 740   -12,30   -1,64%
  • LQ45 563   -9,63   -1,68%
  • ISSI 198   -3,12   -1,55%
  • IDX30 320   -5,31   -1,63%
  • IDXHIDIV20 395   -6,49   -1,62%
  • IDX80 84   -1,47   -1,72%
  • IDXV30 107   -1,25   -1,16%
  • IDXQ30 103   -1,48   -1,41%

Kabut asap, Malaysia perintahkan sekolah ditutup


Senin, 28 September 2015 / 05:47 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KUALA LUMPUR. Pemerintah Malaysia memerintahkan sejumlah sekolah agar ditutup pada hari ini (28/9). Pasalnya, kualitas udara di sekitar Kuala Lumpur memburuk ke level "sangat tidak sehat".

Berdasarkan Indeks Polusi Udara, kualitas udara di lima distrik dekat Kuala Lumpur pada Minggu sore berada di kisaran 207 dan 272. Berdasarkan pernyataan Menteri Pendidikan Malayysia, sejumlah sekolah yang disarankan untuk ditutup berada di Kuala Lumpur, Putrajaya, Selangor, Negeri Sembilan dan dua area di Sarawak.

Asap yang berasal dari kebakaran hutan Indonesia sudah menyelimuti wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara, di Singapura, indeks polusi udara mendaki ke posisi tertinggi dalam satu tahun terakhir ke level 334 pada Jumat (25/9) lalu. Ini merupakan level yang cukup parah, sehingga mendorong Singapura untuk menutup sekolah-sekolah dan menunda acara-acara di luar ruangan.

Terkait kebakaran hutan tersebut, Singapura menyebut empat perusahaan Indonesia yang diyakini berkontribusi atas terjadinya asap. Dan Singapura berjanji akan lebih menekan bisnis perusahaan crude palm oil dan hutan yang bertanggungjawab atas kebakaran tersebut.

Dari investigasi yang dibantu oleh data meteorologi dan gambar satelit menunjukkan, kebakaran di lahan konsesi Indonesia dikontrol oleh PT Rimba Hutani Mas, PT Sebangun Bumi Andalas Wood Industries, PT Bumi Sriwijaya Sentosa, dan PT Wachyuni Mandira.




TERBARU

[X]
×