kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Kalah dengan China, AS kembangkan rudal hipersonik berkecepatan satu mil per detik!


Senin, 15 Februari 2021 / 08:46 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi rudal hipersonik.


Sumber: Express.co.uk | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Tak mau kalah dengan China dan Rusia, Angkatan Darat AS telah memilih unit pertama yang akan dilengkapi dengan rudal hipersonik.

Melansir Express.co.uk yang mengutip Defense News, unit militer, yang belum disebutkan namanya, akan segera dilengkapi dengan peralatan yang dibutuhkan untuk menangani senjata kosmik baru. 

Letnan Jenderal L. Neil Thurgood, the director of the Army's Rapid Capabilities and Critical Technologies Office, mengatakan unit tersebut akan dilengkapi sepenuhnya pada bulan September. Namun, mereka tidak akan memiliki senjata itu sendiri, karena masih dalam pengembangan.

Letnan Thurgood mengatakan bahwa rudal pertama akan dikirim pada tahun 2023.

Senjata hipersonik memiliki kemampuan untuk mengubah peperangan di masa depan secara substansial dan telah menjadi prioritas utama Pentagon.

Baca Juga: Rusia sempat berang, 2 kapal perang Amerika Serikat tinggalkan Laut Hitam

Rudal tersebut dapat bergerak dengan kecepatan hingga Mach 5 atau lebih tinggi, yang setidaknya lima kali lebih cepat dari kecepatan suara.

Itu berarti senjata hipersonik dapat bergerak sekitar satu mil per detik.

Express.co.uk memberitakan, kecepatannya, serta lintasannya yang datar dan kemampuannya untuk bermanuver dalam penerbangan, membuat rudal hipersonik ini jauh lebih sulit untuk dicegat.

Baca Juga: Penghancur tank dan pesawat, ini kemampuan Ka-52M helikopter tempur baru Rusia

Bagaimanapun, AS tertinggal dari saingan militer utamanya, Rusia dan China, dalam pengembangan persenjataan kosmiknya.




TERBARU

[X]
×