kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kapal LNG Qatar Kedua Lintasi Selat Hormuz Menuju Pakistan di Tengah Konflik Iran


Senin, 11 Mei 2026 / 18:54 WIB
Kapal LNG Qatar Kedua Lintasi Selat Hormuz Menuju Pakistan di Tengah Konflik Iran
ILUSTRASI. Kapal gas Qatar kembali melintasi Selat Hormuz di tengah risiko konflik. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sebuah kapal pengangkut gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) milik Qatar kembali melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya risiko konflik di kawasan tersebut. Pergerakan ini menandai pengiriman kedua yang berhasil melewati jalur strategis itu dalam skema kerja sama yang melibatkan Iran dan Pakistan.

Kapal bernama Mihzem dengan kapasitas 174.000 meter kubik diketahui berangkat dari terminal Ras Laffan dan bergerak menuju timur laut ke Pelabuhan Port Qasim, Pakistan. Berdasarkan data pelayaran dari LSEG, kapal tersebut diperkirakan tiba pada 12 Mei.

Ini menjadi pelayaran LNG kedua yang berhasil melewati Selat Hormuz sejak pecahnya konflik Iran, setelah sebelumnya kapal Al Kharaitiyat juga berhasil melintasi jalur yang sama pada akhir pekan lalu melalui rute utara yang disetujui Iran.

Baca Juga: Iron Dome Israel Hampir 99% Efektif Cegah Serangan Rudal, Klaim Rafael

Skema pengiriman LNG Qatar ke Pakistan

Pengiriman LNG ini merupakan bagian dari kesepakatan antar-pemerintah antara Qatar dan Pakistan, dengan peran mediasi dari Iran. Berdasarkan sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut, Iran disebut memberikan persetujuan terbatas sebagai bentuk upaya membangun kepercayaan dengan Qatar dan Pakistan di tengah konflik yang masih berlangsung.

Pakistan sendiri tengah menghadapi tekanan pasokan gas domestik, sehingga jalur impor LNG dari Qatar menjadi sangat penting untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Selain kapal yang telah berlayar, dua kapal LNG tambahan dari Qatar juga dilaporkan akan segera menyusul menuju Pakistan dalam beberapa hari ke depan.

Negosiasi dan pengaturan jalur pelayaran

Pakistan dilaporkan masih melakukan negosiasi dengan Iran untuk memungkinkan sejumlah terbatas kapal LNG melintasi Selat Hormuz secara aman. Kesepakatan ini menjadi krusial mengingat tingginya ketergantungan Pakistan terhadap impor gas.

Iran disebut telah menyetujui kerja sama tersebut, termasuk koordinasi keselamatan pelayaran untuk kapal yang membawa LNG berdasarkan kontrak antara Pakistan dan Qatar sebagai pemasok utama.

Baca Juga: Tiga Tanker Minyak Berhasil Keluar dari Selat Hormuz, Begini Strateginya

Risiko keamanan di Selat Hormuz

Sebelumnya, kapal LNG milik Uni Emirat Arab melalui perusahaan energi Abu Dhabi National Oil Company juga dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz setelah mematikan sinyal pelacakan, menandakan tingginya risiko keamanan di jalur tersebut.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang sangat vital bagi perdagangan energi global, terutama minyak dan LNG yang berasal dari kawasan Teluk.

Dampak terhadap ekspor LNG Qatar

Qatar, yang merupakan salah satu eksportir LNG terbesar di dunia, tercatat memiliki ketergantungan tinggi pada jalur Selat Hormuz untuk distribusi ke pasar internasional, terutama di Asia.

Dalam perkembangan sebelumnya, serangan di kawasan tersebut dilaporkan sempat mengganggu sekitar 17% kapasitas ekspor LNG Qatar. Perbaikan infrastruktur diperkirakan akan membuat sekitar 12,8 juta ton LNG per tahun tidak dapat beroperasi penuh selama tiga hingga lima tahun ke depan.




TERBARU

[X]
×