CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.016,00   11,88   1.18%
  • EMAS971.000 -0,31%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kapal Mata-mata China Terlacak di Dekat Wilayah Australia


Sabtu, 14 Mei 2022 / 08:30 WIB
Kapal Mata-mata China Terlacak di Dekat Wilayah Australia


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton telah memperingatkan bahwa kapal perang intelijen Angkatan Laut PLA China telah terlacak berada sangat dekat dengan garis pantai Australia Barat selama seminggu terakhir.

“Itu telah masuk ke zona ekonomi eksklusif Australia. Tujuannya tentu saja untuk mengumpulkan data intelijen tepat di sepanjang garis pantai, dekat dengan instalasi militer dan intelijen di pantai barat Australia,” kata Dutton seperti yang dikutip dari skynews.com.au.

Sementara itu, melansir news.com.au, Dutton menyebut aksi tersebut sebagai "tindakan agresi".

Kapal itu, pertama kali terlihat seminggu yang lalu, telah terdeteksi di dekat Exmouth di mana stasiun intelijen pusat Australia dan Amerika Serikat bermarkas.

"Ini adalah kapal perang China dengan kemampuan pengumpulan intelijen ... ini sangat tidak biasa, kami belum pernah melihat kapal dari Tentara Pembebasan Rakyat datang sejauh ini ke selatan," kata Dutton kepada wartawan di Perth, Jumat.

Baca Juga: Jepang Berharap Rencana Ekonomi Indo Pasifik AS Dirilis Saat Lawatan Biden ke Tokyo

Mengacu pada protokol internasional, biasanya pihak berwenang Australia akan dihubungi sebelum kapal melakukan pergerakan seperti itu.

Tapi Dutton mengatakan hal itu tidak terjadi.

“Ini adalah waktu yang aneh dan tanpa preseden bahwa kapal ini akan datang begitu jauh ke selatan dan melacak pada dasarnya memeluk garis pantai, menuju ke arah Darwin, bukanlah praktik yang biasa, dan kami memantaunya dengan sangat cermat,” tambahnya.

Baca Juga: Amerika Serikat Umumkan Rencana untuk Memerangi Penangkapan Ikan Ilegal di Pasifik

Kapal terakhir terlihat 250 mil laut barat laut Broome dan timur laut.

"Saya pikir itu adalah tindakan agresi," kata Dutton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×