kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Kapal tanker minyak Iran semakin dekat: Maduro akan kerek harga BBM, AS tak senang


Kamis, 28 Mei 2020 / 09:57 WIB
Kapal tanker minyak Iran semakin dekat: Maduro akan kerek harga BBM, AS tak senang
ILUSTRASI. Presiden Venezuela Nicolas Maduro. REUTERS/Manaure Quintero

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - CARACAS. Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada hari Rabu berjanji akan menaikkan harga bensin bagi warga, ketika kargo keempat dari armada lima-tanker yang membawa bahan bakar dari Iran mendekati zona ekonomi eksklusif negara Amerika Selatan itu.

Melansir Reuters, Iran menyediakan 1,53 juta barel bensin dan komponen untuk negara itu guna meringankan kelangkaan akut yang telah memaksa warga Venezuela menunggu dalam antrean berjam-jam di stasiun layanan atau membayar harga yang tinggi di pasar gelap.

Dengan kedatangan bensin, Maduro mengatakan ia akan mengakhiri kebijakan penyediaan bahan bakar secara gratis setelah lebih dari dua dekade harga bensin beku. Dia tidak memberikan informasi detail mengenai hal ini.

Baca Juga: AS ke Iran: Negosiasi atau hadapi keruntuhan ekonomi akibat sanksi!

"Bensin harus dibayar," kata Maduro dalam pidato televisi pemerintah, mengatakan bahwa kenaikan harga akan menjadi bagian dari "rencana normalisasi dan regularisasi."

"Saya mendapat dukungan dan pengertian dari warga Venezuela," kata Maduro, menyalahkan Amerika Serikat, yang menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan minyak negara PDVSA tahun lalu sebagai bagian dari upaya untuk menggulingkan Maduro, yang dituduh oleh AS melakukan kecurangan dalam pemilihan pada tahun 2018.

Stasiun pom bensin telah mulai menguji sistem pembayaran baru, kata tiga orang dengan pengetahuan tentang masalah tersebut.

Baca Juga: Direcoki Amerika Serikat, militer Venezuela akan kawal kapal tanker Iran

Dalam beberapa minggu terakhir, lebih dari 100 stasiun layanan pom bensin di seluruh negeri telah menerima peralatan baru yang akan memungkinkan mereka untuk membebankan biaya penjualan bensin dan ransum, meskipun operator mereka belum menerima instruksi yang jelas dari pemerintah atau PDVSA, kata orang-orang, yang berbicara dengan syarat anonimitas.



TERBARU

[X]
×