kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kasih bunga minus, Credit Suisse tagih klien kaya untuk simpanan


Jumat, 18 Oktober 2019 / 16:22 WIB

Kasih bunga minus, Credit Suisse tagih klien kaya untuk simpanan
ILUSTRASI. FILE PHOTO: The Credit Suisse logo is pictured on a bank in Geneva, Switzerland, October 17, 2017. REUTERS/Denis Balibouse/File Photo


KONTAN.CO.ID -ZURICH.  Credit Suisse (S: CSGN) mulai minta klien-klien kaya mereka untuk menyimpan dana besar dalam mata uang franc Swiss, meski bank Swiss memberikan suku bunga negatif.

Simpanan tunai bagi pelanggan individu dan bisnis sebesar 2 juta franc swiss atau setara US$ 2,01 juta diberikan bunga -0,75%. Sementara saldo kurang dari 2 juta franc tidak akan terpengaruh dengan bunga negatif. Bunga -0,85% akan dikenakan pada pelanggan bisnis dengan saldo di atas 10 juta franc. Aturan ini baru akan berlaku mulai 1 Januari untuk pelanggan individu dan 15 November untuk pelanggan bisnis.

 

Tak hanya Credit Suisse, UBS (S: UBSG) Juli  lalu juga mengatakan akan memberikan tingkat bunga -0,75% atas deposito di atas 2 juta franc, sementara Postfinance membebankan biaya kepada pelanggan swasta dengan saldo di atas 500.000 franc.

Beberapa bank di Swiss, termasuk bank swasta Julius Baer (S: BAER), dan zona euro juga terus melanjutkan biaya suku bunga negatif kepada deposan perusahaan, meskipun sebagian besar pemain besar telah menahan diri untuk tidak melakukannya dengan klien individu.

"Seperti yang dilakukan bank-bank lain selama beberapa waktu, Credit Suisse juga memberikan suku bunga negatif untuk klien dengan kepemilikan tunai franc Swiss yang sangat tinggi," kata Credit Suisse, Jumat (18/10)

Swiss National Bank (SNB) telah membebankan tingkat negatif sebesar -0,75% sejak Januari 2015 atas deposito yang diparkir bank komersial semalam di bank sentral. Kebijakan ini dilakukan salah satu alat moneter SNB untuk menyelematkan mata uang mereka. Banyak ekonom berharap SNB menurunkan suku bunga tahun depan demi mencegah penguatan mata uang safe-haven tersebut lebih lanjut. Penguatan mata uang swiss franc dapat merusak ekonomi yang bergantung pada ekspor.

 


Reporter: Titis Nurdiana
Editor: Titis Nurdiana

Video Pilihan


Close [X]
×