CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.016,00   11,88   1.18%
  • EMAS971.000 -0,31%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kasus Covid-19 di Korea Selatan Kembali Tembus 7.000, Pertama Kali Sejak Desember


Sabtu, 22 Januari 2022 / 11:43 WIB
Kasus Covid-19 di Korea Selatan Kembali Tembus 7.000, Pertama Kali Sejak Desember
ILUSTRASI. Kasus Covid-19 di Korea Selatan kembali melonjak


Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kasus virus corona harian di Korea Selatan melonjak menjadi lebih dari 7.000 untuk pertama kalinya dalam sebulan pada Sabtu (22/1). Kenaikan kasus terjadi di tengah penyebaran cepat varian Omicron.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan, ada 7.009 infeksi Covid-19 baru yang dilaporkan hari ini. Jumlah itu termasuk 6.729 infeksi lokal, yang membuat total beban kasus Covid-19 di Korea Selatan menjadi 726.274.

Ini adalah pertama kalinya kasus tembus ke atas 7.000 kasus, sejak pertengahan Desember silam.

Penghitungan harian telah melonjak dengan cepat pada minggu ini, dari level 4.000 kasus menjadi lebih dari 5.000 kasus pada hari Rabu (19/1) dan di atas 6.000 pada hari Kamis (20/1).

Korea Selatan juga melaporkan 28 kematian akibat Covid-19, yang meningkatkan jumlah kematian menjadi 6.529. Tingkat kematian akibat Covid-19 di Negeri Ginseng mencapai 0,90%.

KDCA menambahkan, jumlah pasien Covid-19 yang sakit kritis mencapai 433.

Baca Juga: Jelang Libur Imlek, Kasus Covid-19 Harian di Korea Selatan Naik Lagi

Otoritas kesehatan telah memperingatkan kebangkitan jumlah infeksi karena varian Omicron yang sangat menular, dan dapat menjadi varian yang dominan di Korea Selatan.

Tingkat deteksi varian Omicron sudah mencapai 47,1% di minggu ini, dan kemungkinan mencakup lebih dari setengah dari semua infeksi baru pada pekan depan, menurut KDCA.

Karena penghitungan harian melebihi 7.000, pihak berwenang diharapkan beralih ke sistem respons medis baru, seperti yang direncanakan untuk menangani pandemi secara fleksibel.

Di bawah sistem baru, tes antigen cepat akan diperkenalkan di pusat pengujian Covid-19 untuk menghasilkan hasil yang lebih cepat. Sementara tes polymerase chain reaction (PCR) akan disediakan untuk kelompok berisiko tinggi.

Pengujian dan perawatan Covid-19 akan dimungkinkan di klinik dan rumah sakit setempat, tergantung pada hasilnya. Untuk periode karantina mandiri bagi pasien juga akan dipersingkat dari 10 hari menjadi tujuh.

Sebelum implementasi penuh, pemerintah memutuskan untuk meluncurkan sistem anyar mulai Rabu di empat wilayah. Yakni kota barat daya Gwangju, Provinsi Jeolla Selatan dan kota Pyeongtaek serta Anseong yang berada Provinsi Gyeonggi. Semua daerah itu memiliki infeksi Omicron yang besar.

Di tengah kesengsaraan yang semakin dalam, pemerintah telah menerapkan pembatasan yang diperketat, termasuk jam malam di restoran dan kafe hingga pukul 9 malam. Kebijakan ini sudah berlaku sejak pertengahan Desember dan akan tetap berlaku hingga 6 Februari.

Baca Juga: Kasus Omicron Transmisi Lokal di Indonesia Kian Banyak, Kenali 14 Gejala Varian Ini

Saat ini, batas jumlah pertemuan pribadi ditetapkan enam, dan sertifikat vaksin diperlukan di beberapa jenis fasilitas serbaguna, termasuk kafe, restoran, dan arena olahraga.

Pekan ini, pemerintah juga mulai menerapkan langkah ekstra ketat jelang libur Tahun Baru Imlek. Tahun Baru Imlek tahun ini jatuh pada 1 Februari, dan liburan berlangsung hingga 2 Februari.

Selama periode karantina khusus dua minggu mulai Kamis, pertemuan tatap muka di fasilitas perawatan akan dilarang, dan pertemuan tanpa kontak hanya akan diizinkan setelah reservasi sebelumnya.

Makan di area layanan jalan raya akan dilarang, kata KDCA, menambahkan bahwa sembilan stasiun pengujian Covid-19 sementara akan didirikan di area istirahat jalan raya, dan stasiun bus dan kereta api di seluruh negeri.

Dari kasus yang ditularkan secara lokal, 66,3% berasal dari wilayah metropolitan. Seoul melaporkan 1.535, dan Provinsi Gyeonggi di sekitarnya dan kota Incheon, sebelah barat Seoul, masing-masing menambahkan 2.383 dan 542 kasus baru.

Jumlah infeksi di wilayah non-metropolitan telah tumbuh dengan cepat dalam beberapa hari terakhir, melebihi 2.000 untuk pertama kalinya sejak pandemi minggu ini. Pada hari Sabtu, jumlahnya mencapai 2.549.

Jumlah kasus impor mencapai 280, sehingga total kasus impor menjadi 23.114.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×