Kasus Covid-19 Melonjak, Beijing Berubah Menjadi Kota Hantu

Senin, 21 November 2022 | 06:07 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Kasus Covid-19 Melonjak, Beijing Berubah Menjadi Kota Hantu

ILUSTRASI. Selama akhir pekan, sebagian besar kota Beijing ditutup karena lonjakan kasus Covid-19. REUTERS/Aly Song


KONTAN.CO.ID - BEIJING. Selama akhir pekan, sebagian besar kota Beijing ditutup. Hal ini disebabkan kasus Covid-19 terus melonjak di ibu kota China tersebut. Selain itu, China juga melaporkan kematian pertama akibat virus corona sejak Mei.

Mengutip The Straits Times, pejabat kota Beijing pada hari Jumat (18/11/2022) mendesak penduduk untuk tinggal di rumah agar kota "tenang". Namun, pejabat kota menyerahkannya kepada masing-masing distrik untuk memutuskan tindakan pengendalian apa yang akan diterapkan di wilayahnya masing-masing. 

Hal ini mengakibatkan penegakan aturan yang tidak merata, di mana sejumlah daerah mengeluarkan larangan makan malam pada Jumat malam. Sementara, restoran lain diizinkan beroperasi sepanjang akhir pekan.

Meskipun penguncian berlanjut di beberapa kawasan pemukiman, namun dalam skala yang lebih kecil, hanya menargetkan bangunan dengan kasus positif dan blok yang berdekatan.

Reuters memberitakan, pada hari Minggu (20/11/2022), pejabat kota Beijing mendesak penduduk distrik Chaoyang yang luas - rumah bagi hampir 3,5 juta orang serta kedutaan dan menara perkantoran - untuk tetap berada di rumah pada hari Senin.

Baca Juga: Per 20 November: Kasus Corona RI Tembus 6.608.367 dengan Angka Meninggal 159.379

"Jumlah kasus yang ditemukan di luar karantina meningkat pesat saat ini, dan ada risiko penularan tersembunyi dari berbagai tempat," kata Liu Xiaofeng, wakil direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Beijing, dalam jumpa pers.

Dia menambahkan, "Tekanan terhadap Beijing semakin meningkat."

Data Reuters menunjukkan, ibu kota China melaporkan 621 infeksi baru pada Sabtu, naik dari 515 sehari sebelumnya. Per Minggu pada pukul 3 sore, Beijing mencatatkan penambahan 516 infeksi baru.

The Straits Times melaporkan, pihak berwenang juga mengatakan seorang pria Beijing berusia 87 tahun menjadi kematian resmi COVID-19 pertama di negara itu sejak 26 Mei, meningkatkan jumlah kematian akibat virus korona di China menjadi 5.227.

Kota ini juga melaporkan kematian terkait Covid-19 pada hari Minggu, yakni seorang pria berusia 86 tahun yang dirawat di Rumah Sakit Ditan dengan infeksi paru-paru dan beberapa kondisi medis yang mendasarinya. 

Pejabat kesehatan setempat mengatakan pria itu menderita hipertensi kronis dan penyakit otak degeneratif, di antara masalah lainnya. 

Baca Juga: Kasus Harian Covid-19 Meningkat, Layanan Tes PCR Diagnos Naik 19%

Kondisinya memburuk pada hari Sabtu dan upaya resusitasi tidak berhasil, kata wakil kepala Rumah Sakit Ditan Jin Ronghua.

Wabah saat ini terbukti menjadi ujian bagi peraturan baru yang dirilis oleh otoritas kesehatan tertinggi China pada 11 November.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru