kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45862,44   -0,26   -0.03%
  • EMAS918.000 -1,50%
  • RD.SAHAM -0.33%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Kasus harian turun ke 1.400, Korea tetap berniat perketat jarak aturan di luar Seoul


Sabtu, 17 Juli 2021 / 12:25 WIB
Kasus harian turun ke 1.400, Korea tetap berniat perketat jarak aturan di luar Seoul
ILUSTRASI. Penyebaran virus corona di Korea Selatan kembali naik

Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kasus virus corona harian di Korea Selatan turun ke kisaran 1.400-an pada hari ini. Namun, pihak berwenang tetap mempertimbangkan untuk menerapkan aturan jarak sosial yang lebih ketat di luar wilayah ibu kota, di tengah meningkatnya jumlah infeksi secara nasional dengan kekhawatiran atas varian delta.

Sabtu (17/7), Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mencatat, ada tambahan 1.455 kasus Covid-19, termasuk 1.404 infeksi yang ditularkan secara lokal. Ini membuat total beban kasus di Korea Selatan menjadi 176.500. 

Pada hari sebelumnya, Korea Selatan menambahkan 1.536 kasus, yang sedikit turun dari rekor tertinggi 1.615 yang dihitung pada hari Rabu (14/7). Kasus harian telah bertahan di atas angka 1.000 sejak 7 Juli.

Korea Selatan juga menambahkan empat kematian Covid-19 lagi, meningkatkan jumlah kematian menjadi 2.055.

Baca Juga: Thailand larang pertemuan publik usai kasus harian Covid-19 dan kematian rekor

Wilayah Seoul yang lebih luas, yang merupakan rumah bagi setengah dari 51,3 juta populasi negara itu, telah berada di bawah langkah-langkah jarak sosial tertinggi sejak awal pekan  ini.

Di bawah pembatasan virus terberat, pertemuan lebih dari dua orang dilarang setelah jam 6 sore, dan tempat hiburan, termasuk klub malam dan bar, diperintahkan untuk tutup. Sementara itu, restoran diizinkan untuk memiliki pelanggan makan di tempat sampai jam 10 malam.

Wilayah lain ditempatkan di bawah aturan jarak sosial terendah Level 1 sepanjang bulan ini, sebelum pihak berwenang memutuskan untuk menaikkan pedoman ke Level 2 pada Senin (12/7) di tengah penyebaran virus secara nasional.

Sementara pertemuan hingga delapan pada prinsipnya akan diizinkan di bawah Level 2. Tetapi Perdana Menteri Kim Boo-kyum mendesak agar pemerintah daerah untuk mengadopsi pembatasan lebih lanjut dengan pembatasan hanya empat orang, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas penyebaran virus delta yang lebih cepat menular. 

Negara itu berencana memberikan rincian pada Minggu tentang plafon yang akan diterapkan di luar wilayah ibu kota.

Korea Selatan, yang telah dianggap sebagai salah satu negara paling sukses dalam mengatasi pandemi COVID-19, saat ini berada pada titik kritis, dengan pihak berwenang memperkirakan angka harian akan melonjak hingga pertengahan 2.000-an pada pertengahan Agustus.

Baca Juga: Kasus pertama Covid-19 di wisma atlet Olimpiade Tokyo ditemukan

Sementara otoritas kesehatan mengatakan program inokulasi negara akan segera meratakan kurva, jumlah orang yang divaksinasi tetap lamban selama beberapa minggu terakhir di tengah kekurangan pasokan vaksin.

Sebanyak 16 juta orang, atau 31,3% dari populasi negara itu, telah menerima suntikan pertama vaksin COVID-19 hingga hari ini. 

KDCA menambahkan bahwa 6,35 juta orang telah divaksinasi lengkap, ini setara 12,7% dari populasi Negeri Ginseng tersebut.

Dari kasus domestik yang baru dikonfirmasi, 556 berasal dari Seoul, 385 dari Provinsi Gyeonggi di sekitarnya dan 77 dari kota pelabuhan barat Incheon.

Kasus impor, yang juga termasuk warga negara Korea Selatan dari luar negeri, mencapai 51.

 

Selanjutnya: Delegasi Nigeria jadi orang pertama yang dirawat di RS karena Covid-19 pada Olimpiade

 




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Virtual Selling: How to win sales remotely Optimasi alur Pembelian hingga pembayaran

[X]
×