Kebanjiran Cash, Pengelola Dana Kekayaan Arab Saudi Perluas Investasi di AS

Jumat, 23 September 2022 | 15:15 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Kebanjiran Cash, Pengelola Dana Kekayaan Arab Saudi Perluas Investasi di AS

ILUSTRASI. Uang riyal Arab Saudi. REUTERS/Ahmed Yosri/File Photo

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Investasi negara-negara Timur Tengah di Amerika Serikat (AS) semakin meningkat. Lembaga pengelola investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) di kawasan ini memang sedang kebanjiran uang cash

Public Investmen Fund (PIF) milik Arab Saudi menjadi salah satu lembaga pengelola investasi Timur Tengah yang paling gencar memperluas investasinya di AS.  Berdasarkan dana Global SWF yang dihimpun Bloomberg, dalam kelolaan Sovereign Wealth Fund terbesar di Timur Tengah sudah mencapai lebih dari US$ 3 triliun. 

Dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) Abu Dhabi Investment Authority mencapai US$ 829 miliar, Kuwait Investment Authority sebesar US$ 769 miliar,  PIF memiliki US$ 620 miliar,  Qatar Investment Authority sebesar US$ 445 miliar, Investment Corporation of Dubai mencapai US$ 300 miliar, Mubadala Abu Dhabi US$ 284 miliar, dan ADQ Abu Dhabi US$ 108 miliar. 

Seiring dengan peningkatan investasinya tersebut, PIF berencana menambah tim investasinya sekitar 50 orang di kantornya yang berlokasi di New York. Menurut sumber Bloomberg, USSA International, unit usaha PIF akan merekrut tim untuk beberapa peran diantaranya penelitian investasi, hukum dan kepatuhan, serta kepala staf.

Baca Juga: Tatap Muka Pertama Kali, Biden dan Marcos Jr Bahas Ketegangan di Laut China Selatan

"PIF juga akan membangun tim untuk perdagangan ekuitas di tahap selanjutnya," kata sumber yang tidak ingin identitasnya diungkap seperti dikutip Bloomberg pada Jumat (23/9).

Lembaga pengelola investasi yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman itu telah masuk lebih dalam ke pasar saham yang kemungkinan untuk mencapai targetnya untuk memiliki aset kelolaan hingga US$ 1,1 triliun pada tahun 2030.

PIF mengelola sekitar US$40 miliar portofolio ekuitas AS, termasuk saham di BlackRock Inc, JPMorgan Chase & Co, dan Uber Technologies. Di awal tahun ini, SWF ini telah menginvestasikan

lebih dari US$ 7 miliar untuk membangun posisi baru di pasar saham AS saat bursa saham negara itu dihantam oleh kekhawatiran terjadinya resesi.

Pembelian yang dilakukan PIF  baru-baru ini menggemakan strategi dana pada awal 2020 ketika menghabiskan miliaran untuk membeli  saham perusahaan-perusahaan yang valuasinya terpukul saat awal pandemi Covid-19.

Gubernur Yasir Al Rumayyan, penasihat yang dikenal dekat dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, mengatakan kerajaan kehilangan kesempatan untuk membeli saham murah selama krisis keuangan global 2008.

Meskipun memiliki tim AS, staf di markas PIF di Riyadh akan terus bertanggung jawab atas semua keputusan investasinya, kata sumber tersebut. 

Baca Juga: Sejumlah Perusahaan Global Bersiap Menggelar IPO

PIF tidak berencana untuk mengajukan lisensi untuk memperdagangkan saham AS secara langsung atau melalui unit New York, dan akan terus menggunakan perantara untuk melakukan perdagangan.

"Tim di New York malah akan membantu mengawasi perdagangan dan menjembatani perbedaan waktu antara Arab Saudi dan AS, kata orang-orang," kata sumber Bloomberg.

Sejak diubah dari perusahaan induk yang berfokus di dalam negeri menjadi investor global pada tahun 2016, PIF telah mengambil aset secara internasional dan membuka kantor di New York, London, dan Hong Kong. Lembaga itu juga mengajukan lisensi Investor Institusional Asing yang Memenuhi Syarat di Cina.

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru