Kelelawar Kamboja kembali diteliti terkait asal-usul virus corona penyebab Covid-19

Senin, 20 September 2021 | 13:04 WIB Sumber: Reuters
Kelelawar Kamboja kembali diteliti terkait asal-usul virus corona penyebab Covid-19

ILUSTRASI. Seorang peneliti dari Institut Pasteur du Cambodge (IPC) memegang kelelawar yang ditangkap di Bukit Chhngauk di Distrik Thala Borivat, Provinsi Steung Treng Kamboja, 30 Agustus 2021.


KONTAN.CO.ID - STUNG TRENG. Peneliti di Kamboja memulai kembali penelitian asal-usul virus corona dengan mengambil sampel kelelawar. Satu dekade lalu, jenis virus yang identik dengan penyebab Covid-19 sempat ditemukan pada salah satu jenis kelelawar di Kamboja.

Tim peneliti dari Institut Pasteur du Cambodge (IPC) yang beranggotakan delapan orang telah mengumpulkan sampel dari kelelawar dan mencatat spesies, jenis kelamin, usia, dan detail lainnya selama seminggu terakhir.

Tahun lalu, penelitian serupa dilakukan dan menemukan bahwa dua sampel virus pada kelelawar tapal kuda, yang dikumpulkan pada tahun 2010 di provinsi Stung Treng dekat Laos, memiliki ciri yang identik dengan virus corona penyebab Covid-19.

Baca Juga: WHO: China hambat penyelidikan asal usul Covid-19

Atas dasar itu, para peneliti kembali melakukan penelitian untuk mencari tahu kembali kaitan virus yang muncul sepuluh tahun lalu, dengan virus baru yang telah menewaskan lebih dari 4,6 juta jiwa dalam setahun.

"Kami berharap hasil dari penelitian ini dapat membantu dunia untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang Covid-19," koordinator lapangan Thavry Hoem mengatakan kepada Reuters.

Dr. Veasna Duong, Kepala Virologi di IPC, mengatakan bahwa lembaganya telah melakukan empat penelitian serupa dalam dua tahun terakhir demi menelusuri asal-usul virus corona yang mungkin telah berevolusi sejak sepuluh tahun lalu.

"Kami ingin mencari tahu apakah virus itu masih ada dan ingin mengetahui bagaimana virus itu berevolusi," ungkap Duong.

Beberapa virus mematikan yang berasal dari kelelawar antara lain adalah Ebola dan virus corona lainnya seperti SARS dan MERS. Pada inang kelelawar, virus tersebut umumnya tidak menunjukkan gejala patogen. Tapi ketika ditularkan ke manusia, virus tersebut bisa sangat mematikan.

Baca Juga: WHO kembali desak China untuk menyerahkan data awal kasus Covid-19

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru