kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Kelelawar Kamboja kembali diteliti terkait asal-usul virus corona penyebab Covid-19


Senin, 20 September 2021 / 13:04 WIB
ILUSTRASI. Seorang peneliti dari Institut Pasteur du Cambodge (IPC) memegang kelelawar yang ditangkap di Bukit Chhngauk di Distrik Thala Borivat, Provinsi Steung Treng Kamboja, 30 Agustus 2021.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Dr. Duong juga menyebut bahwa bencana penyakit ini juga merupakan tanggung jawab manusia yang merusak habitat kelelawar, sehingga hewan liar tersebut bisa melakukan kontak lebih dekat dengan manusia.

"Jika kita dekat dengan hewan liar, risiko terkena virus akan lebih besar. Peluang virus untuk bertransformasi dan menginfeksi manusia juga lebih besar," lanjutnya.

Selain mencari tahu tentang asal-usul virus corona penyebab Covid-19, penelitian yang didanai Prancis ini juga bertujuan untuk mengetahui peran jaringan perdagangan satwa liar di balik munculnya virus.

Julia Guillebaud, seorang insinyur penelitian di unit virologi IPC, mengatakan bahwa perdagangan daging hewan liar di Kamboja menunjukkan keragaman betacoronavirus yang beredar.

Jika jaringan ini bisa dikendalikan, penyebaran virus berbahaya juga diharapkan bisa segera terdeteksi dengan cepat.

Selanjutnya: Partai Republik AS: Ada banyak bukti virus corona berasal dari kebocoran lab di Wuhan




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×