kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.969   -4,00   -0,02%
  • IDX 5.998   114,56   1,95%
  • KOMPAS100 780   16,75   2,19%
  • LQ45 591   12,47   2,16%
  • ISSI 208   4,29   2,11%
  • IDX30 334   7,14   2,18%
  • IDXHIDIV20 411   8,63   2,15%
  • IDX80 88   1,89   2,18%
  • IDXV30 111   2,57   2,36%
  • IDXQ30 107   2,47   2,35%

Partai Republik AS: Ada banyak bukti virus corona berasal dari kebocoran lab di Wuhan


Senin, 02 Agustus 2021 / 12:51 WIB
ILUSTRASI. Peter Daszak dan Thea Fischer, anggota satuan tugas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal mula virus corona saat tiba di Institut Ilmu Pengetahuan Virus di Wuhan, provinsi Hubei, China, Rabu (3/2/2021).


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Laporan terbaru yang dirilis Partai Republik AS pada Senin (2/8) menyebutkan, ada banyak bukti yang menunjukkan virus corona memang berasal dari kebocoran laboratorium di Wuhan.

Dugaan asal-usul virus penyebab Covid-19 oleh para Republican ini bahkan mendahului badan intelijen AS yang belum mencapai kesimpulan.

Dilansir dari Reuters, laporan itu juga menyebutkan, para ilmuwan Institut Virologi Wuhan (WIV), yang dibantu oleh para ahli AS dan dana Pemerintah China dan AS, telah bekerja untuk memodifikasi virus corona untuk menginfeksi manusia.

Baca Juga: Meski kasus varian Delta melonjak, AS tidak akan lakukan lockdown

Mike McCaul, tokoh papan atas Republik di Komite Urusan Luar Negeri DPR, mendesak penyelidikan bipartisan tentang asal-usul pandemi virus corona yang telah menewaskan 4,4 juta orang di seluruh dunia.

"Kami sekarang percaya sudah waktunya untuk sepenuhnya mengabaikan pasar basah sebagai sumbernya," laporan tersebut menegaskan.

Bukan hanya itu, laporan dari partai oposisi ini juga menunjukkan bukti bahwa virus memang bocor dari WIV dan terjadi sebelum 12 September 2019.

Mereka mengutip beberapa protokol keselamatan di laboratorium sepanjang tahun 2019, termasuk permintaan pada Juli 2019 untuk perbaikan sistem pengolahan limbah berbahaya senilai US$ 1,5 juta untuk fasilitas tersebut.

Baca Juga: WHO buka lagi kemungkinan kebocoran laboratorium di Wuhan memicu wabah corona




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×