Kemenangan Emmanuel Macron sebagai Presiden Prancis Dinilai Kemenangan Ukraina

Kamis, 28 April 2022 | 14:39 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Kemenangan Emmanuel Macron sebagai Presiden Prancis Dinilai Kemenangan Ukraina

ILUSTRASI. Presiden Prancis Emmanuel Macron, kandidat untuk pemilihan dirinya kembali, bereaksi diatas panggung setelah hasil sebagain di putaran perrtama pemilu presiden Prancis 2022, di Paris, Prancis, Minggu (10/4/2022). /REUTERS/Benoit Tessier

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Hasil pemilu Prancis yang memenangkan calon presiden petahana Emmanuel Macron dapat dilihat sebagai kemenangan bagi Ukraina mengingat sikapnya selama ini yang cenderung menentang tindakan invasi Rusia.

“Kemenangan petahana Presiden Macron dalam pemilu Prancis sangat penting karena menentukan konsistensi sikap Eropa Barat dan pakta pertahanan NATO secara umum terhadap invasi Rusia ke Ukraina,” tutur Algooth Putranto, pengamat Ilmu Komunikasi Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sahid dalam keterangannya, Kamis (28/4).

Posisi Prancis sangat vital mengingat beberapa hal. Pertama, secara geografi Prancis merupakan sebagai negara Eropa terbesar ketiga setelah Rusia dan Ukraina. 

Kedua, secara ekonomi, Prancis adalah salah satu negara yang menginisiasi terbentuknya lembaga Uni Eropa sebagai solusi pasca perang panjang di Eropa

Baca Juga: Emmanuel Macron Belum Bisa Bernafas Lega, Laga Berikutnya Pemilihan Parlemen di Juni

Tidak hanya itu, lanjutnya, Prancis juga bukan hanya bagian dari ekonomi ‘regional’ Eropa dan struktur politik, tetapi juga telah diintegrasikan ke dalam sistem ‘global’. “Hasil pemilu Prancis memastikan dukungan Eropa Barat bagi Ukraina.”

Sebelum hasil pemilu diumumkan, lanjut Algooth, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan secara terbuka bahwa dialognya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin telah terhenti setelah pembunuhan massal ditemukan di Ukraina.

“Artinya Macron memiliki sikap yang lebih jelas dan tegas. Meski demikian, patut dicatat di antara pemimpin Eropa, Macron adalah pemimpin yang tetap membuka kemungkinan dialog dengan Moskow meski terbukti berkali tidak jujur dan ngawur,” tuturnya.

Pada sisi lain, Prancis tetap mengirimkan sejumlah artileri berat ke Ukraina bersamaan semakin banyak negara Barat yang mengirimkan persenjataan berat ke Kiev untuk membantu dalam melawan pasukan Moskow.

Baca Juga: Macron Mengalahkan Le Pen dalam Pemilihan Presiden Prancis, Ini Faktor Kemenangannya

“Sikap Prancis yang tetap membuka pintu dialog namun memberikan bantuan militer kepada Ukraina tidak lepas dari sejarah Prancis yang unik dalam pakta pertahanan NATO. Mereka ini keras kepala dan tak mau kalah dengan Amerika Serikat,” paparnya.

Editor: Noverius Laoli

Terbaru