CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.662   35,00   0,20%
  • IDX 6.430   -111,50   -1,70%
  • KOMPAS100 847   -11,13   -1,30%
  • LQ45 643   -6,84   -1,05%
  • ISSI 222   -4,83   -2,13%
  • IDX30 357   -3,95   -1,09%
  • IDXHIDIV20 446   -3,28   -0,73%
  • IDX80 97   -1,07   -1,09%
  • IDXV30 124   -1,08   -0,86%
  • IDXQ30 115   -0,88   -0,76%

Kennedy Center di Ambang Bangkrut, Bisa Tutup Mulai Selasa


Senin, 14 September 2026 / 09:35 WIB
Kennedy Center di Ambang Bangkrut, Bisa Tutup Mulai Selasa
ILUSTRASI. John F. Kennedy Center for the Performing Arts (REUTERS/Nathan Howard)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - John F. Kennedy Center for the Performing Arts di Washington Amerika Serikat (AS) berada di ambang kebangkrutan dan berpotensi menghentikan operasionalnya mulai Selasa (15/9/2026), menurut laporan Washington Post yang dikutip Reuters.

Pimpinan Kennedy Center yang ditunjuk Presiden AS Donald Trump disebut memperingatkan bahwa lembaga seni tersebut menghadapi krisis keuangan serius.

Baca Juga: Nikkei Anjlok 1,61% Senin (14/9), Saham Teknologi Jepang Tertekan Gara-gara AI

Berdasarkan dokumen yang diperoleh Washington Post, para pengelola berpendapat bahwa pencantuman nama Trump pada bagian depan gedung Kennedy Center mungkin menjadi satu-satunya cara untuk mencegah keruntuhan keuangan yang disebut sudah dekat dan tidak terhindarkan.

Laporan tersebut disiapkan oleh para wali Kennedy Center menjelang pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa.

Menurut laporan itu, dalam beberapa pekan ke depan Kennedy Center diperkirakan tidak lagi mampu membayar gaji karyawan maupun memenuhi biaya pemeliharaan gedung.

Washington Post juga melaporkan bahwa Trump akan membantu Kennedy Center jika keterlibatannya diakui.

Baca Juga: Korea Utara Uji Serangan Terintegrasi, Rudal dan Drone Dikerahkan Bersamaan

Krisis sejak Trump ambil alih

Krisis keuangan tersebut menjadi babak baru dalam kontroversi pengelolaan Kennedy Center sejak Trump mengambil alih posisi ketua tahun lalu.

Washington Post menyebut Kennedy Center telah menghadapi gejolak keuangan, perubahan kepemimpinan dan sejumlah gugatan hukum sejak Trump menempatkan dirinya sebagai ketua lembaga tersebut.

Keterlibatan Trump juga disebut berdampak terhadap upaya penggalangan dana dan penjualan tiket. Salah satu kontroversi terbesar adalah keputusan menambahkan nama Trump pada gedung Kennedy Center.

Menurut laporan Washington Post, perubahan tersebut justru mengganggu aktivitas penggalangan dana serta penjualan tiket lembaga seni tersebut.

Baca Juga: Harga Emas Spot Turun ke US$4.327, Pasar Makin Yakin The Fed Naikkan Suku Bunga

Kennedy Center belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

Jika kondisi keuangan tidak segera membaik, Kennedy Center berpotensi menghadapi penghentian operasional dalam waktu dekat, sekaligus menambah tekanan terhadap lembaga seni dan budaya yang selama ini menjadi salah satu institusi penting di Washington.


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×