Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Kepercayaan konsumen Thailand turun untuk pertama kalinya dalam empat bulan pada September 2026. Kondisi ini dipengaruhi oleh banjir, pemulihan ekonomi yang masih lambat, serta tingginya biaya hidup.
Melansir Reuters, berdasarkan survei University of the Thai Chamber of Commerce yang dirilis Kamis (8/10/2026), indeks kepercayaan konsumen Thailand turun menjadi 52,1 pada September dari 53,2 pada Agustus.
Penurunan kepercayaan konsumen terjadi di tengah tekanan akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Bangkok.
Baca Juga: Risalah The Fed Bernada Hawkish, Dolar AS Dekati Level Tertinggi 18 Bulan
Pada akhir September, Gubernur Bangkok menetapkan ibu kota Thailand sebagai wilayah terdampak bencana setelah hujan hampir 300 milimeter mengguyur kota tersebut hanya dalam tiga hari.
Curah hujan tersebut setara dengan jumlah hujan yang biasanya diterima Bangkok sepanjang September.
Presiden University of the Thai Chamber of Commerce Thanavath Phonvichai memperkirakan, kerugian ekonomi akibat banjir mencapai 22 miliar baht hingga 30 miliar baht atau sekitar US$655 juta-US$893 juta.
"Kerugian ekonomi akibat banjir diperkirakan berada pada kisaran 22 miliar baht hingga 30 miliar baht dan masih dapat bertahan dalam kisaran tersebut jika kondisi mulai membaik pekan depan," ujar Thanavath dalam konferensi pers.
Selain banjir, ketegangan global turut menekan kepercayaan masyarakat terhadap perekonomian Thailand.
Baca Juga: Sebut Penghinaan, Adik Perempuan Kim Jong Un Tolak Bantuan Medis Korea Selatan
Meski demikian, University of the Thai Chamber of Commerce memperkirakan sentimen konsumen dapat membaik menjelang akhir tahun apabila risiko banjir mereda, harga minyak turun, sektor pariwisata kembali meningkat, serta stimulus pemerintah mulai memberikan dampak terhadap perekonomian.
Thanavath memperkirakan ekonomi Thailand akan tumbuh 2,2%-2,5% pada tahun ini. Proyeksi tersebut menunjukkan pemulihan yang masih relatif terbatas dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Sebagai perbandingan, ekonomi Thailand tumbuh 2,4% pada tahun lalu dan masih tertinggal dibandingkan negara-negara lain di kawasan tersebut.














