kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Thailand Perpanjang Program Subsidi Konsumen Senilai 40 Miliar Baht


Jumat, 18 September 2026 / 19:01 WIB
Thailand Perpanjang Program Subsidi Konsumen Senilai 40 Miliar Baht
ILUSTRASI. Sebuah uang kertas Baht Thailand terlihat dalam foto ilustrasi ini pada 1 Juni 2017 (REUTERS/Thomas White)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Thailand akan memperpanjang program subsidi konsumen dengan memanfaatkan dana sebesar 40 miliar baht atau sekitar US$1,20 miliar yang masih tersisa dari tahap pertama.

Melansir Reuters Jumat (18/9/2026), Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan, perpanjangan program tersebut masih menunggu persetujuan kabinet.

Program ini ditujukan untuk membantu meringankan beban biaya hidup masyarakat di tengah tingginya biaya hidup.

Baca Juga: Harga Emas Naik ke Level Tertinggi Sepekan, Ini Pemicu Penguatannya

Tahap pertama program subsidi telah menjangkau sekitar 43 juta orang dan berlangsung pada Juni hingga September. Peserta program menerima subsidi sebesar 1.000 baht atau sekitar Rp500.000 per bulan.

Dalam skema tersebut, pemerintah menanggung 60% dari pembelian yang memenuhi syarat, dengan batas subsidi maksimal 200 baht per orang per hari.

Pemerintah Thailand berencana memperpanjang program tersebut selama dua bulan. Juru bicara pemerintah mengatakan perpanjangan dilakukan menggunakan dana yang masih tersedia dari tahap pertama.

Anutin mengatakan program tersebut tidak semata-mata merupakan kebijakan populis, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah memberikan stimulus terhadap perekonomian sekaligus menekan beban pengeluaran masyarakat.

Baca Juga: Warren Buffett Berusia 96 Tahun, Kini Jadi Chairman Emeritus Berkshire Hathaway

"Ini bukan kebijakan populis. Ini merupakan kebijakan stimulus ekonomi sekaligus langkah untuk meringankan pengeluaran masyarakat di seluruh negeri pada saat biaya hidup tinggi," kata Anutin.

Perpanjangan subsidi tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan dukungan terhadap aktivitas konsumsi domestik Thailand.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×