Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Thailand akan memperpanjang program subsidi konsumen dengan memanfaatkan dana sebesar 40 miliar baht atau sekitar US$1,20 miliar yang masih tersisa dari tahap pertama.
Melansir Reuters Jumat (18/9/2026), Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan, perpanjangan program tersebut masih menunggu persetujuan kabinet.
Program ini ditujukan untuk membantu meringankan beban biaya hidup masyarakat di tengah tingginya biaya hidup.
Baca Juga: Harga Emas Naik ke Level Tertinggi Sepekan, Ini Pemicu Penguatannya
Tahap pertama program subsidi telah menjangkau sekitar 43 juta orang dan berlangsung pada Juni hingga September. Peserta program menerima subsidi sebesar 1.000 baht atau sekitar Rp500.000 per bulan.
Dalam skema tersebut, pemerintah menanggung 60% dari pembelian yang memenuhi syarat, dengan batas subsidi maksimal 200 baht per orang per hari.
Pemerintah Thailand berencana memperpanjang program tersebut selama dua bulan. Juru bicara pemerintah mengatakan perpanjangan dilakukan menggunakan dana yang masih tersedia dari tahap pertama.
Anutin mengatakan program tersebut tidak semata-mata merupakan kebijakan populis, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah memberikan stimulus terhadap perekonomian sekaligus menekan beban pengeluaran masyarakat.
Baca Juga: Warren Buffett Berusia 96 Tahun, Kini Jadi Chairman Emeritus Berkshire Hathaway
"Ini bukan kebijakan populis. Ini merupakan kebijakan stimulus ekonomi sekaligus langkah untuk meringankan pengeluaran masyarakat di seluruh negeri pada saat biaya hidup tinggi," kata Anutin.
Perpanjangan subsidi tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan dukungan terhadap aktivitas konsumsi domestik Thailand.














