kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Kesepakatan Iran-Oman Hampir Tercapai, Pasokan Minyak Masih Terancam


Sabtu, 08 Agustus 2026 / 20:17 WIB
Kesepakatan Iran-Oman Hampir Tercapai, Pasokan Minyak Masih Terancam
ILUSTRASI. Iran dan Oman hampir mencapai kesepakatan soal jalur pelayaran Selat Hormuz. Namun, Iran masih menuntut AS memenuhi sejumlah syarat. (via REUTERS/Amirhosein Khorgooi/ISNA/via WAN)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Meski demikian, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan pembukaan Selat Hormuz tidak hanya bergantung pada kesepakatan dengan Oman.

Juru bicara Garda Revolusi Iran Hossein Mohebbi mengatakan Washington harus menerima persyaratan Iran dan tidak mencampuri proses negosiasi regional.

"Ketika Amerika Serikat menerima persyaratan Iran, Selat Hormuz pasti akan dibuka kembali," ujar Mohebbi, seperti dikutip Tasnim.

Iran tidak merinci persyaratan tersebut. Kondisi ini membuat prospek pembukaan Selat Hormuz masih belum sepenuhnya pasti, meski negosiasi dengan Oman menunjukkan kemajuan.

Ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz terjadi ketika serangan terhadap kapal masih berlangsung.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Investor Berhati-hati Terhadap Kemajuan Pembicaraan Iran-Oman

Uni Emirat Arab (UEA) pada Sabtu (8/8) mengatakan Iran menyerang sebuah kapal yang terafiliasi dengan perusahaan minyak milik negara menggunakan rudal ketika melintas di Selat Hormuz. Tidak ada korban luka dalam serangan tersebut.

Sebelumnya, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) mengatakan 15 kapalnya telah diserang sejak konflik dimulai ketika melintas di Selat Hormuz. Serangan tersebut menewaskan satu awak kapal dan melukai 20 lainnya.

Iran juga telah menggunakan konflik tersebut untuk memberlakukan pungutan terhadap kapal tanker minyak serta menembaki kapal yang melintas tanpa izin. Kondisi ini mengganggu distribusi energi global dan meningkatkan tekanan terhadap harga minyak serta inflasi.

Risiko pasokan juga datang dari kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman. Kelompok tersebut meningkatkan serangan terhadap kapal di jalur strategis lain antara Laut Merah dan Teluk Aden.

Karena itu, kesepakatan untuk mengamankan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu kunci meredakan tekanan di pasar energi global.

Baca Juga: Peringatan Iran kepada Dunia: Bersiap Harga Minyak Sentuh US$ 200

Jika jalur tersebut kembali normal, kelancaran pengiriman minyak dan gas berpotensi membaik. Sebaliknya, kegagalan mencapai kesepakatan dapat memperpanjang risiko gangguan pasokan dan menjaga tekanan terhadap harga energi.




TERBARU

[X]
×