Khawatir Ancaman Rusia dan China, Jepang Siapkan Safari Diplomatik ke Asia Tenggara

Selasa, 12 April 2022 | 12:41 WIB Sumber: Kyodo
Khawatir Ancaman Rusia dan China, Jepang Siapkan Safari Diplomatik ke Asia Tenggara

ILUSTRASI. Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida.

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida sedang merencanakan perjalanan diplomatik ke sejumlah negara Asia Tenggara. Langkah ini menyusul peningkatan kekhawatiran akan aktivitas Rusia dan China.

Dilansir dari Kyodo, sumber diplomatik Jepang pada Selasa (12/4) mengatakan, kunjungan Kishida kemungkinan besar akan dimulai pada akhir April, bertepatan dengan masa liburan Golden Week.

Kishida berencana melakukan perjalanan pertamanya ke Thailand pada awal Mei. Perjalanan tersebut juga akan mencakup kunjungan ke Indonesia dan Vietnam.

Baca Juga: Jepang Bakal Setop Ekspor Mobil Mewah hingga Perhiasan ke Rusia

Selama kunjungannya ke Asia Tenggara, Kishida kemungkinan akan menyoroti kerjasama untuk mewujudkan mimpi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka di tengah kebangkitan kekuatan China di kawasan tersebut.

Sebelumnya, pada Sabtu (9/4), Jepang dan Filipina telah sepakat untuk bekerjasama dalam perjanjian pertahanan baru yang dirancang untuk memfasilitasi latihan bersama dan kunjungan timbal balik antar-pasukan.

Kedua negara saat ini sama-sama berseteru dengan China terkait klaim wilayah di Laut China Selatan dan Laut China Timur.

Baca Juga: Bertemu Narendra Modi di India, Perdana Menteri Jepang Kishida Bahas Krisis Ukraina

Kyodo melaporkan, Jepang dan Filipina sepakat bahwa invasi Rusia ke Ukraina telah mengancam fondasi tatanan internasional berbasis aturan dan melihat perang pun melampaui wilayah Eropa.

Setelah Asia Tenggara, Kishida juga mempertimbangkan untuk melakukan perjalanan ke Eropa pada masa liburan. Belum bisa dipastikan, negara mana saja yang akan menjadi tujuannya.

Di benua biru, Kishida kemungkinan besar akan membahas beragam hal mengenai bagaimana menanggapi invasi Rusia ke Ukraina yang tak kunjung usai. Pembicaraan lain tentang para pengungsi Ukraina.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru