kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45950,15   -24,18   -2.48%
  • EMAS989.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Kluster terbesar di militer Korea Selatan, 80% kru kapal perusak positif COVID-19


Senin, 19 Juli 2021 / 13:29 WIB
Kluster terbesar di militer Korea Selatan, 80% kru kapal perusak positif COVID-19
ILUSTRASI. Kapal perusak Chungmugong Yi Sun-shin, salah satu kapal perang yang Korea Selatan kirim dalam latihan gabungan RIMPAC yang dipimpin oleh AS.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Militer Korea Selatan mencatat kluster infeksi COVID-19 terbesar hingga saat ini, dengan lebih dari 80% personel di atas kapal perusak anti-pembajakan yang berpatroli di Teluk Aden dinyatakan positif.

Ke-247 kasus COVID-19 di kapal perang itu tidak secara langsung terkait dengan infeksi domestik, dengan kapal perusak anti-pembajakan telah meninggalkan Korea Selatan untuk memulai misinya pada Februari lalu.

Hanya, kluster infeksi di kapak perusak tersebut terjadi ketika Korea Selatan tengah memerangi wabah terburuk COVID-19 di dalam negeri, dengan 1.252 kasus baru dilaporkan pada Minggu (18 Juli).

Melansir Reuters, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan pada Senin (19 Juli), hanya 50 dari 301 personel kapal perusak yang negatif COVID-19 dalam wabah yang pertama kali dilaporkan pada 15 Juli lalu. 

Baca Juga: Korea Selatan akan memperluas pembatasan pertemuan pribadi di luar Seoul

Pihak berwenang Korea Selatan telah memulai operasi untuk mengangkut mereka pulang ke tanah air. Sementara tim pengganti akan mengarahkan kapal perusak itu kembali ke negeri ginseng.

Sejauh ini, Korea Selatan mencatat total 179.203 kasus dan 2.058 kematian akibat COVID-19. Sekitar 31,4% dari 52 juta penduduknya telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, sementara 12,7% sudah divaksinasi penuh.

Mengutip sumber militer, kantor berita Yonhap melaporkan, tidak ada personel yang terkena gejala parah di kapal perusak yang diklasifikasikan sebagai kasus parah, meskipun satu orang mengalami kondisi yang memerlukan pengamatan ketat.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan, tidak ada seorang pun di kapal perusak yang telah divaksinasi karena unit tersebut telah meninggalkan negara itu pada Februari, sebelum kampanye vaksinasi dimulai untuk personel militer.

Selanjutnya: Kasus harian turun ke 1.400, Korea tetap berniat perketat jarak aturan di luar Seoul

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×