kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kongres AS pertanyakan isu privasi Google Glass


Minggu, 19 Mei 2013 / 13:51 WIB
Kongres AS pertanyakan isu privasi Google Glass
ILUSTRASI. A traveller receives a test for the coronavirus disease (COVID-19) at a pre-departure testing facility. REUTERS/Loren Elliott


Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Politisi AS meminta jaminan Google bahwa perangkat Google Glass menghormati isu privasi. Terkait hal tersebut, delapan anggota Kongres AS melayangkan surat kepada Google.

Surat tersebut berisi delapan pertanyaan kepada Google mengenai data yang dapat dihimpun oleh gadget tersebut baik dari pengguna dan non-pengguna. Anggota kongres AS bilang, pihaknya tidak yakin mengenai perlindungan privasi yang Google kembangkan dalam perangkat tersebut.

"Kami merasa curiga apakah teknologi ini dapat menjaga privasi warga Amerika," demikian bunyi salah satu pernyataan dalam surat yang dilayangkan Kongres AS. Sebelumnya, Kongres juga sudah memberikan sejumlah kuis kepada sejumlah perusahaan teknologi mengenai apa yang akan mereka lakukan dengan data yang terhimpun.

Selain itu, surat yang ditujukan kepada CEO Google Larry Page juga ingin mengetahui bagaimana Google  memberikan jaminan keamanan privasi bagi penggunanya.

 


Survei KG Media

Berita Terkait


TERBARU

[X]
×