kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.950   -80,00   -0,44%
  • IDX 5.877   130,75   2,28%
  • KOMPAS100 777   17,94   2,36%
  • LQ45 585   15,92   2,80%
  • ISSI 201   4,00   2,03%
  • IDX30 332   9,22   2,86%
  • IDXHIDIV20 408   9,33   2,34%
  • IDX80 88   1,82   2,11%
  • IDXV30 110   1,68   1,55%
  • IDXQ30 106   2,40   2,31%

Korban tewas akibat gempa Selandia Baru capai 75 orang


Rabu, 23 Februari 2011 / 09:58 WIB
ILUSTRASI. Costumer Service Bank Mandiri melayani nasabah yang akan menjadi nasabah dplk Bank Mandiri di kantor DPLK Bank Mandiri./Pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/08/09/2011.


Reporter: Edy Can, Reuters | Editor: Edy Can

CHRISTCHURCH. Jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang meluluhlantakkan Selandia Baru terus bertambah. Jumlahnya kini mencapai 75 orang setelah tim penyelamat menyisir reruntuhan puing-puing bangunan yang runtuh. Polisi memperkirakan jumlah korban akan terus bertambah akibat gempa yang terjadi saat jam makan siang, Selasa (22/2).

Dari korban yang tewas sebanyak 55 orang sudah teridentifikasi dan 20 orang masih belum jelas. "Korban tewas tersebut tergeletak di jalan. Terperangkap di mobil dan rerutnuhan," kata Kepala Polisi Selandia Baru Russel Gibson Gibson, Rabu (23/2).

Saat ini tim, fokus mencari orang yang masih selamat dari timbunan reruntuhan tersebut. "Kami memperoleh pesan pendek dan menyadap suara dari orang yang masih selamat. Ini fokus kami saat ini," kata Gibson

Selain korban tewas, diperkirakan masih orang yang luka parah akibat gempa berkekuatan 6,3 skala Ritcher tersebut. Tim penyelamat juga terpaksa mengamputasi sebagian dari 120 orang yang selamat akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Walikota ChristChurch Bob Parker mengatakan sebanyak 300 orang masih hilang setelah lindu menghentak kota tersebut. Cuma, jumlah ini belum pasti. Sebelumnya, Parker mengatakan ada 100 orang terperangkap dalam reruntuhan bangunan.

Gempa yang menghentak Selandia Baru ini merupakan yang kedua kalinya dalam enam bulan terakhir. Sebelumnya, gempa juga menghantam Negeri Kiwi tersebut pada September 2010. Ketika itu, akibat yang ditimbulkan tidak separah gempa kemarin.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×