kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Australia dan Selandia Baru berharap transisi politik Mesir berjalan damai


Sabtu, 12 Februari 2011 / 10:03 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi penggeledahan KPK


Reporter: Edy Can, | Editor: Edy Can

CANBERRA. Setelah Presiden Mesir, Hosni Mubarak mundur, Australia dan Selandia Baru berharap ada transisi politik yang berlangsung damai.

Australia berharap ada reformasi konstitusi dan jadwal yang jelas untuk menyelenggarakan pemilihan umum yang bebas dan adil. "Pemilu itu harus mencerminkan keinginan rakyat Mesir," kata Menteri Luar Negeri Australia Kevin Ruud dalam sambutannya, Sabtu (12/2).

Mubarak menyerahkan kekuasaannya kepada dewan militer. Tindakan ini sebagai respon aksi besar-besaran yang dilakukan rakyat Mesir selama 18 hari.

"Semoga penyerahan kekuasaan ini bisa berubah dari protes dan konfrontasi menjadi dialog dan kerjasama," tambah Menteri Luar Negeri Selandia Baru Murra McCully. "Kestabilan Mesir dan Timur tengah bergantung pada hal tersebut."

Wakil Presiden Mesir telah mengumumkan pengunduran diri Mubarak melalui siaran televisi. Dia mengatakan, Mubarak telah memerintahkan Dewan Militer Tertinggi untuk mengambilalih kekuasaan.

Setelah menyatakan mundur, Mubarak kemudian pindah dari Kairo ke kediamannya di Sharm El-Sheikh.




TERBARU

[X]
×