kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Australia dan Selandia Baru berharap transisi politik Mesir berjalan damai


Sabtu, 12 Februari 2011 / 10:03 WIB
Australia dan Selandia Baru berharap transisi politik Mesir berjalan damai
ILUSTRASI. ilustrasi penggeledahan KPK


Reporter: Edy Can, Bloomberg | Editor: Edy Can

CANBERRA. Setelah Presiden Mesir, Hosni Mubarak mundur, Australia dan Selandia Baru berharap ada transisi politik yang berlangsung damai.

Australia berharap ada reformasi konstitusi dan jadwal yang jelas untuk menyelenggarakan pemilihan umum yang bebas dan adil. "Pemilu itu harus mencerminkan keinginan rakyat Mesir," kata Menteri Luar Negeri Australia Kevin Ruud dalam sambutannya, Sabtu (12/2).

Mubarak menyerahkan kekuasaannya kepada dewan militer. Tindakan ini sebagai respon aksi besar-besaran yang dilakukan rakyat Mesir selama 18 hari.

"Semoga penyerahan kekuasaan ini bisa berubah dari protes dan konfrontasi menjadi dialog dan kerjasama," tambah Menteri Luar Negeri Selandia Baru Murra McCully. "Kestabilan Mesir dan Timur tengah bergantung pada hal tersebut."

Wakil Presiden Mesir telah mengumumkan pengunduran diri Mubarak melalui siaran televisi. Dia mengatakan, Mubarak telah memerintahkan Dewan Militer Tertinggi untuk mengambilalih kekuasaan.

Setelah menyatakan mundur, Mubarak kemudian pindah dari Kairo ke kediamannya di Sharm El-Sheikh.




TERBARU

[X]
×