kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.974   82,00   0,46%
  • IDX 6.035   -66,02   -1,08%
  • KOMPAS100 788   -7,51   -0,94%
  • LQ45 594   -4,00   -0,67%
  • ISSI 210   -2,14   -1,01%
  • IDX30 336   -2,03   -0,60%
  • IDXHIDIV20 411   -1,29   -0,31%
  • IDX80 89   -0,87   -0,97%
  • IDXV30 111   0,12   0,10%
  • IDXQ30 107   -0,27   -0,25%

Korea Selatan usut dugaan kolusi penetapan bunga


Kamis, 19 Juli 2012 / 10:23 WIB
ILUSTRASI. Kontan - Kominfo Kilas Kementerian Online


Reporter: Menur Asri Kuning | Editor: Edy Can

SEOUL. Regulator keuangan Korea Selatan mulai mengusut dugaan kecurangan pengaturan suku bunga kredit yang dilakukan beberapa bank. Perusahaan broker juga turut menjadi target pemeriksaan.

Komisi Perdagangan Usaha Korea Selatan (Fair Trade Commission) mencurigai adanya praktik kolusi dalam penetapan suku bunga kredit itu. Bank-bank yang dicurigai yakni Kookmin, Shinhan, Woori dan Hana Bank.

Investigasi ini dipicu sejak skandal manipulasi Libor yang melibatkan Barclays terungkap. Saat ini otoritas Amerika Serikat dan Inggris sedang mengusut keterlibatan bank-bank lainnya.

Penetapan suku bunga kredit di Korea Selatan berdasarkan tingkat suku bunga sertifikat deposito (CD). Catatan saja, sertifikat deposito ini adalah tabungan dengan suku bunga tetap dan bisa dijual bank setelah jatuh tempo. enjualannya dilakukan oleh broker di pasar sekunder.

"Jika investigasi ini menemukan adanya praktik kolusi maka harus ada denda yang signifikan. Kendati tidak ditemukan praktik kolusi, motif investigasi yang dilakukan pemerintah adalah menurunkan suku bunga pinjaman," kata analis Taurus Andy Lee.

Pemerintah Korea Selatan mulai khawatir dengan jumlah utang warganya. Ini lantaran bisa menjadi masalah di tengah pertumbuhan ekonomi Korea Selatan yang mulai melamban.

Akibat investigasi ini, saham keempat bank yang dicurigai menurun lebih dari 2%. Saham Hana turun dengan 2,7%. Sayangnya, bank-bank yang sedang di nvestigasi tersebut menolak berkomentar terkait dengan penyelidikan ini.




TERBARU

[X]
×