kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.003   59,00   0,33%
  • IDX 5.866   -132,98   -2,22%
  • KOMPAS100 759   -18,41   -2,37%
  • LQ45 577   -11,24   -1,91%
  • ISSI 202   -5,78   -2,78%
  • IDX30 327   -5,92   -1,78%
  • IDXHIDIV20 401   -7,47   -1,83%
  • IDX80 86   -1,99   -2,26%
  • IDXV30 109   -2,02   -1,81%
  • IDXQ30 105   -1,99   -1,86%

Korea Utara ajak Korea Selatan berdamai?


Jumat, 24 Januari 2014 / 10:09 WIB
ILUSTRASI. Pekerja dengan dibantu alat berat menurunkan gerbong kereta api cepat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/9/2022) ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.


Sumber: CNN | Editor: Asnil Amri

SEOUL. Komisi pertahanan Nasional Korea Utara, diketahui telah mengirim surat ke Korea Selatan. Surat tersebut berisikan ajakan  untuk melakukan rekonsialiasi dua bangsa Korea yang terpisah. Korea Utara menyerukan, adanya perdamaian dengan Korea Selatan dan menghentikan operasi militer.

CNN melaporkan, surat yang diberitakan oleh kantor berita Korea Utara (KCNA) itu juga menjelaskan adanya permintaan dari Korea Utara untuk menyatukan bangsa Korea dan melakukan reuni keluarga yang terpisah di kedua negara. Tak hanya itu, Korea Utara menyatakan akan berhenti melakukan provokasi dan  mencaci Korea Selatan.

Seruan damai dari Korea Utara dilakukan sebelum latihan militer bersama yang akan digelar Korea Selatan dengan Amerika Serikat (AS) dalam beberapa pekan ke depan. Perlu diketahui, Korea Utara tidak menyenangi kehadiran AS itu disemenanjung Korea. "Hubungan Utara-Selatan akan ditingkatkan pada dasar yang kokoh jika kedua belah pihak mengambil langkah-langkah realistis untuk mencegah bencana nuklir," tulis surat dari Korea Utara tersebut.

Sementara itu, Juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan Kim Eui -do mengatakan, pemerintahnya akan merespons surat dari Korea Utara tersebut. Namun, Seoul sulit menentukan motif niat damai dari Pyongyang tersebut.

Presiden Korea Selatan, Park Geun - hye mengatakan kepada CNN bahwa, dirinya sulit memahami apa yang terjadi di Korea Utara. Apalagi, kata dia, baru-baru ini, Presiden Korea Utara, Kim Jong Un telah mengeksekusi mati pamannya sendiri.

"Sikap Korea Utara selalu tak terduga, tingkat ketidakpastian sulit ditentukan,” jelasnya. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×