Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Selasa (21/7/2026) menyatakan dua kapal tanker minyak terbakar setelah terjadi ledakan ketika berupaya melintasi jalur selatan Selat Hormuz.
Mengutip Reuters, IRGC juga menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup selama operasi militer Amerika Serikat (AS) di kawasan masih berlangsung.
Baca Juga: Usai Skandal Audit, KPMG Australia Percayakan Kursi CEO kepada John Sams
Dalam pernyataan terpisah, Garda Revolusi Iran mengklaim telah menyerang sejumlah sistem militer AS di Bahrain, termasuk radar dan sistem pertahanan udara di wilayah Muharraq.
IRGC juga menyatakan sistem pertahanan udara Patriot di Riffa berhasil dihantam melalui serangan gabungan rudal dan pesawat nirawak (drone).
Sementara itu, militer AS pada Senin (20/7) malam mengumumkan telah menyelesaikan gelombang terbaru serangan terhadap Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui unggahan di platform media sosial X menyebut serangan tersebut menyasar pusat komando militer Iran, kemampuan maritim, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta sistem pertahanan udara Iran.
Baca Juga: Indeks Dolar Dekati Puncak Sepekan Selasa (21/7), Investor Pantau Perang AS-Iran
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi independen mengenai klaim Iran terkait dua kapal tanker yang terbakar maupun keberhasilan serangan terhadap fasilitas militer AS di Bahrain. Pihak AS juga belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
