kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Korsel sematkan julukan zona bencana khusus ke wilayah terparah corona, ini artinya


Senin, 16 Maret 2020 / 10:12 WIB
ILUSTRASI. Warga mengenakan masker di Korsel. REUTERS/Kim Hong-Ji


Sumber: The Star | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sekitar 41 kasus virus corona baru berasal dari Daegu, di mana ada sebuah gereja rahasia di pusat wabah. Gereja tersebut telah dikaitkan dengan lebih dari 61% kasus, Wakil Direktur KCDC Kwon Jun-wook mengatakan pada pengarahan pada hari Minggu.

Baca Juga: Duh, PM Singapura perkirakan, wabah corona bisa berlanjut satu tahun ke depan

Di antara zona bencana khusus adalah daerah Cheongdo, rumah bagi sekitar 43.000 orang, tempat sekelompok kasus virus corona lain berada, dan tempat korban pertama virus Korea Selatan meninggal.

Sebanyak 120 pasien dipulangkan dari rumah sakit dan untuk hari ketiga berturut-turut, jumlah pasien yang pulih secara harian melebihi jumlah kasus baru yang dikonfirmasi sejak kasus pertama Korea Selatan dikonfirmasi pada 20 Januari.

Baca Juga: Respons Jokowi soal kemungkinan melakukan lockdown saat korban corona meningkat

"Jumlah pasien yang terinfeksi telah berkurang dalam sepekan terakhir, dan infeksi setiap hari turun dari 500 menjadi 100 pada minggu sebelumnya," kata menteri kesehatan Park Neung-hoo kepada wartawan, Minggu.

Menurut Kwon Ki KCDC, penurunan kasus baru terjadi setelah sebagian besar kasus infeksi massal yang terkait dengan anggota gereja diidentifikasi. "Yang lebih penting sekarang adalah kelompok infeksi yang tersisa yang diam-diam membuat kemajuan."




TERBARU

[X]
×