kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45774,37   -28,65   -3.57%
  • EMAS1.028.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Duh, PM Singapura perkirakan, wabah corona bisa berlanjut satu tahun ke depan


Jumat, 13 Maret 2020 / 15:43 WIB
Duh, PM Singapura perkirakan, wabah corona bisa berlanjut satu tahun ke depan
ILUSTRASI. Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong berbicara di KTT Bisnis dan Investasi ASEAN di Singapura, 12 November 2018.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Seiring penetapan wabah virus corona baru jadi pandemi global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong memperkirakan, epidemi Covid-19 bisa berlanjut hingga satu tahun ke depan.

"Diperkirakan (wabah virus corona baru) akan berlanjut untuk beberapa waktu, satu tahun, dan mungkin lebih lama," kata Lee dalam pidato yang disiarkan langsung televisi, Kamis (13/3), seperti dikutip Channelnewsasia.com.

Meskipun Singapura telah mengambil langkah-langkah penangangan virus corona baru dengan "sangat serius" dan WHO memakainya sebagai contoh untuk negara lain tiru, Lee menyatakan, negeri Merlion menghadapi "situasi serius".

Baca Juga: Rekomendasi WHO ke Indonesia, liburkan sekolah, hingga jauhi tempat umum

"Kami memperkirakan, lebih banyak kasus impor. Dan karena itu, kluster baru dan gelombang infeksi baru (virus corona) kali ini datang dari banyak negara, bukan lagi satu atau dua negara," ujar Lee.

Saat ini, Singapura memiliki 187 kasus Covid-19 yang terkonfirmasi hingga Kamis (13/3), dengan 96 kasus di antaranya sudah pulih dan pulang dari rumahsakit.

Lee menambahkan, sejauh ini Singapura telah memberlakukan beberapa pembatasan perjalanan. Tetapi, "Singapura harus diperketat lebih lanjut untuk sementara, meski kami tidak bisa sepenuhnya menutup diri dari dunia," sebut dia.

Baca Juga: Arab Saudi tutup akses masuk warga 50 negara termasuk Indonesia, ini imbauan KBRI

Toh, Lee menekankan, situasi di Singapura "tetap terkendali". "Kami tidak mengunci kota kami seperti yang China, Korea Selatan, atau Italia lakukan," katanya yang menambahkan, tidak akan mengerek Kondisi Sistem Penanggulangan Penyakit (DORSCON) ke level Merah.

"Yang kami lakukan sekarang adalah merencanakan ke depan untuk beberapa langkah yang lebih ketat, mencobanya, dan mempersiapkan warga Singapura ketika kami benar-benar perlu menerapkannya," imbuh dia.



TERBARU

[X]
×