kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.916   25,00   0,15%
  • IDX 7.362   -27,28   -0,37%
  • KOMPAS100 1.021   -6,48   -0,63%
  • LQ45 751   -1,06   -0,14%
  • ISSI 259   -0,96   -0,37%
  • IDX30 401   1,72   0,43%
  • IDXHIDIV20 497   5,73   1,17%
  • IDX80 115   -0,59   -0,51%
  • IDXV30 134   1,20   0,90%
  • IDXQ30 129   0,61   0,48%

Krisis LPG di India: Teh hingga Makanan Panas Mulai Hilang dari Menu


Kamis, 12 Maret 2026 / 10:29 WIB
Krisis LPG di India: Teh hingga Makanan Panas Mulai Hilang dari Menu
ILUSTRASI. Konflik Timur Tengah memicu krisis gas di India. Banyak rumah tangga dan restoran kini mengurangi makanan panas (KONTAN/Fenie Chintya)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik di Timur Tengah mulai menimbulkan dampak nyata terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat di India. Krisis pasokan gas memasak membuat banyak dapur rumah tangga, kantin, hingga restoran mengubah menu dengan mengurangi makanan panas.

Di sejumlah kota seperti Chennai dan Bengaluru, makanan dan minuman panas, bahkan teh mulai menghilang dari menu. 

Sebagai gantinya, banyak tempat makan beralih ke makanan cepat saji atau minuman sederhana seperti air lemon yang membutuhkan lebih sedikit bahan bakar untuk disiapkan.

Para juru masak kini memilih hidangan yang lebih sederhana agar stok gas liquefied petroleum gas (LPG) yang mereka miliki dapat bertahan lebih lama.

Dampak Penutupan Jalur Energi Timur Tengah

Krisis pasokan ini terjadi setelah lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz dan kawasan Teluk Persia praktis terhenti akibat perang yang melibatkan Iran. Kondisi tersebut mendorong lonjakan biaya energi dan transportasi sekaligus mengganggu produksi minyak dan gas dari produsen energi utama di Timur Tengah.

India sendiri merupakan importir LPG terbesar kedua di dunia, sehingga gangguan pasokan global langsung terasa di dalam negeri.

Baca Juga: Flipkart Pulang ke India, Siap IPO dan Dorong Pertumbuhan E-commerce

Pemerintah India bahkan telah menggunakan kewenangan darurat untuk memerintahkan perusahaan kilang meningkatkan produksi LPG. Namun, berbagai pihak mengatakan pasokan masih terbatas.

Kantin dan Asrama Pangkas Menu

Sejumlah kantin, asrama, dan pabrik mulai melakukan penyesuaian menu agar penggunaan gas lebih hemat.

Sebuah pabrik komponen otomotif di negara bagian Gujarat, misalnya, menghapus makanan goreng dari kantinnya. Minuman teh diganti dengan air lemon, sementara sup panas diganti dengan buttermilk atau yogurt.

Sementara itu, asosiasi pengelola asrama di negara bagian Tamil Nadu meminta para anggotanya untuk sementara waktu menghentikan penyajian teh, kopi, dan roti pipih yang membutuhkan proses pemanggangan.

Beberapa kantin juga menghapus sementara menu yang membutuhkan penggunaan LPG dalam jumlah besar hingga pasokan kembali normal.

Arunkumar DT, Presiden Bengaluru PG Owners Welfare Association, mengatakan stok gas di banyak penginapan berbayar (PG) hanya cukup untuk beberapa hari.

Baca Juga: Mata Uang Rupee India Jatuh ke Level Terendah Sepanjang Masa

Menurutnya, penggunaan menu yang lebih hemat energi dapat memperpanjang masa pakai tabung gas.

Industri Restoran Berpotensi Terdampak

Analis dari Elara Securities, Karan Taurani, menilai keterbatasan bahan bakar memasak berpotensi memaksa restoran mengurangi kapasitas operasional mereka.

Kondisi tersebut juga bisa berdampak pada pesanan di platform layanan pesan-antar makanan.

Ia menambahkan bahwa konsumen kemungkinan akan beralih ke jaringan restoran cepat saji yang lebih banyak menggunakan peralatan listrik seperti oven dan penggorengan listrik.

Di New Delhi, sebuah warung makan pinggir jalan bahkan menempelkan catatan sederhana yang berbunyi: “Hari ini kami hanya menyajikan nasi dan lentil.”

Sementara itu, kantin di Delhi High Court untuk sementara menghentikan penyajian makanan utama dan hanya menawarkan sandwich.

Situasi ini menunjukkan bagaimana konflik geopolitik di kawasan energi utama dunia dapat dengan cepat merembet hingga ke dapur masyarakat, memengaruhi pola konsumsi hingga operasional bisnis makanan di negara pengimpor energi besar seperti India.


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×