Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Perusahaan asuransi Prudential mencatatkan kenaikan tipis laba bisnis baru pada kuartal III-2026.
Peningkatan margin di Hong Kong menjadi penopang kinerja perusahaan asuransi yang berfokus di pasar Asia tersebut, sekaligus mengimbangi perlambatan bisnis di China daratan.
Berdasarkan laporan Prudential pada Kamis (5/11/2026), laba bisnis baru atau new business profit meningkat 1% menjadi US$ 709 juta pada periode yang berakhir 30 September 2026, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Bursa Australia Melonjak 1,8%, Tertinggi Sejak Juni Usai Demokrat Menang Pemilu AS
Laba bisnis baru mencerminkan estimasi keuntungan sepanjang masa polis yang berhasil dijual perusahaan.
Perhitungan tersebut menggunakan basis traditional embedded value dengan nilai tukar konstan.
Meski laba bisnis baru meningkat, penjualan premi tahunan ekuivalen atau annual premium equivalent (APE) justru turun 6%.
Di sisi lain, margin laba bisnis baru kuartalan meningkat menjadi 44% dari 41% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Hong Kong, yang menjadi kontributor laba terbesar Prudential, mencatatkan pertumbuhan laba bisnis baru dua digit pada kuartal III-2026. Kinerja tersebut ditopang peningkatan margin dan kuatnya permintaan dari nasabah lokal.
Prudential menyebut permintaan yang lebih kuat dari penduduk Hong Kong mampu mengimbangi perlambatan konversi prospek penjualan dari sebagian pengunjung asal China daratan.
Baca Juga: Aktivitas Jasa Jepang Ekspansi Lima Bulan Beruntun, PMI Oktober Naik ke 51,7
Sebelumnya, pada Agustus lalu muncul laporan bahwa China mulai memberlakukan pajak penghasilan pribadi sebesar 20% atas imbal hasil polis asuransi Hong Kong.
Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran terhadap permintaan nasabah China daratan serta potensi pembatasan lebih lanjut terhadap kanal investasi lintas negara.
Tekanan juga terjadi pada bisnis Prudential di China daratan melalui perusahaan patungan CITIC Prudential Life.
Laba bisnis baru dari perusahaan tersebut turun signifikan setelah aturan baru membatasi besaran komisi yang dapat dibayarkan perusahaan asuransi kepada bank untuk memasarkan produk polis.
Prudential memperkirakan laba bisnis baru di China daratan sepanjang tahun fiskal 2026 akan turun 10% hingga 15% dibandingkan capaian 2025.
Sementara itu, kinerja bisnis Prudential di kawasan ASEAN menunjukkan hasil beragam. Laba bisnis baru di Malaysia meningkat, sedangkan Singapura dan Indonesia mencatatkan penurunan.
Baca Juga: Singapura Perberat Sanksi Polusi Asap, Denda Harian Capai Rp14,2 Miliar













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
