kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.853   67,00   0,40%
  • IDX 8.123   -23,83   -0,29%
  • KOMPAS100 1.144   -1,60   -0,14%
  • LQ45 833   -0,17   -0,02%
  • ISSI 285   -1,82   -0,63%
  • IDX30 435   1,80   0,41%
  • IDXHIDIV20 523   3,57   0,69%
  • IDX80 128   -0,13   -0,10%
  • IDXV30 142   0,66   0,47%
  • IDXQ30 141   0,88   0,63%

Laba Toyota Turun Lagi Meski Penjualan Rekor, Ini Pemicu Utamanya!


Kamis, 05 Februari 2026 / 13:50 WIB
Laba Toyota Turun Lagi Meski Penjualan Rekor, Ini Pemicu Utamanya!
ILUSTRASI. Toyota Bawa Dua Model Kendaraan Hybrid Baru di IIMS 2025 (KONTAN/Dimas Andi)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Kinerja Toyota Motor masih berada di jalur tertekan. Produsen otomotif terbesar dunia ini akan kembali mencatat penurunan laba operasional kuartalan untuk ketiga kalinya secara beruntun, meski penjualan kendaraan global justru menembus rekor tertinggi.

Reuters (5/2) melaporkan, tekanan datang dari sisi biaya. Kenaikan ongkos produksi, mulai dari tenaga kerja hingga bahan baku, ditambah tarif impor Amerika Serikat atas kendaraan asal Jepang, terus menggerus profitabilitas Toyota. Padahal, permintaan kendaraan hibrida produk andalan Toyota masih solid di pasar utama.

Berdasarkan rata-rata estimasi tujuh analis yang dihimpun LSEG, prediksi laba operasional Toyota pada kuartal Oktober–Desember mencapai 1,09 triliun yen. Angka ini turun sekitar 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski tertekan, para analis menilai kinerja Toyota masih mencerminkan daya tahan di tengah pasar otomotif global yang cenderung stagnan. Di saat permintaan kendaraan dunia tidak lagi tumbuh agresif, persaingan antarprodusen semakin ketat karena perebutan pangsa pasar menjadi satu-satunya cara mendongkrak kinerja.

“Tidak ada pertumbuhan volume untuk industri secara keseluruhan. Artinya, Toyota harus mengambil pangsa pasar dari para pesaing,” ujar James Hong, Head of Mobility Research Macquarie. Ia menilai lini produk hibrida Toyota yang kuat serta pengelolaan persediaan yang disiplin menempatkan perusahaan dalam posisi relatif unggul.

Baca Juga: Imbangi Penurunan di China dan Jepang, Penjualan Toyota di AS Tumbuh 12%

Sepanjang 2025, penjualan global kendaraan Toyota dan Lexus naik hampir 4% menjadi rekor 10,5 juta unit. Amerika Serikat kembali menjadi motor utama pertumbuhan, dengan penjualan meningkat 8% seiring pergeseran konsumen ke kendaraan hibrida bermargin tinggi.

Sebaliknya, pasar China masih bergerak datar. Sementara itu, India menunjukkan pertumbuhan agresif dengan lonjakan penjualan 17% menjadi lebih dari 350.000 unit. Secara keseluruhan, kendaraan hibrida menyumbang 42% dari total penjualan Toyota dan Lexus, jauh melampaui kendaraan listrik berbasis baterai yang porsinya masih di bawah 2%.

Di luar kinerja operasional, Toyota juga menghadapi tekanan dari sisi tata kelola. Investor kian mencermati arah strategis perusahaan, terutama setelah muncul penolakan dari investor aktivis atas rencana Toyota untuk memprivatisasi afiliasinya, Toyota Industries.

Pada laporan sebelumnya November lalu, Toyota sempat menaikkan proyeksi laba setahun penuh dengan alasan peningkatan volume penjualan, pelemahan yen, serta langkah efisiensi biaya. Saat ini, Toyota menargetkan laba operasional sebesar 3,4 triliun yen untuk tahun buku yang berakhir Maret.

Namun tantangan ke depan belum mereda. Tarif impor AS sebesar 15% untuk kendaraan dari Jepang masih menjadi beban, di samping tren kenaikan biaya produksi. Satu-satunya faktor penyangga datang dari pergerakan yen yang lebih lemah dari asumsi perusahaan.

Toyota sebelumnya mematok asumsi kurs 146 yen per dolar AS dan 169 yen per euro. Realisasi yen yang berada di atas level tersebut berpotensi memberi tambahan keuntungan kurs, meski belum cukup untuk sepenuhnya menutup tekanan struktural pada laba.

Baca Juga: Produksi Global Toyota Naik Lima Bulan Beruntun pada Oktober

Selanjutnya: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di 2025, Lebih Tinggi dari Malaysia hingga China

Menarik Dibaca: NotebookLM Android: Buat Video dan Infografis Cuma dengan AI Google


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×