Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Visa Inc. mencatat lonjakan laba pada kuartal IV tahun fiskal 2026 seiring belanja konsumen Amerika Serikat (AS) yang tetap solid.
Konsumen masih aktif menggunakan kartu pembayaran untuk perjalanan, berbelanja, hingga makan di restoran, ditopang kondisi pasar tenaga kerja yang kuat dan pertumbuhan upah.
Mengutip Reuters, Selasa (27/10/2026), volume pembayaran melalui jaringan Visa meningkat 9% pada kuartal tersebut.
Sementara itu, volume transaksi lintas negara di luar kawasan Eropa, yang menjadi salah satu indikator permintaan perjalanan internasional, tumbuh 14%.
Baca Juga: Laba Robinhood Meleset dari Ekspektasi, Pendapatan Transaksi Kripto Anjlok 55%
Penyelenggaraan Piala Dunia FIFA pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 turut mendorong aktivitas transaksi di jaringan Visa.
Ajang sepak bola tersebut mendatangkan banyak pengunjung ke Amerika Serikat sehingga meningkatkan penggunaan layanan pembayaran.
Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan bersih Visa tumbuh 13% menjadi US$ 12,1 miliar pada kuartal yang berakhir 30 September 2026.
Sepanjang tahun fiskal 2026, perusahaan membukukan pendapatan bersih rekor sebesar US$ 46 miliar.
Laba bersih Visa mencapai US$ 6 miliar atau US$ 3,19 per saham. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 5,1 miliar atau US$ 2,62 per saham.
Visa memperoleh pendapatan dari biaya pemrosesan transaksi melalui jaringan pembayaran digitalnya yang menjangkau lebih dari 200 negara dan wilayah.
Dengan miliaran pengguna di seluruh dunia, jaringan pembayaran berbasis kartu seperti Visa dan Mastercard dinilai relatif lebih mampu bertahan ketika perekonomian melambat karena transaksi sehari-hari tetap menjadi sumber aktivitas bisnis.
Baca Juga: Yield US Treasury Tenor 10 Tahun Mendekati 5%, Pasar Menanti The Fed
Meski mencatatkan kinerja keuangan yang kuat, saham Visa turun lebih dari 1% dalam perdagangan setelah penutupan bursa. Namun, hingga penutupan perdagangan terakhir, saham perusahaan tersebut masih menguat 14,6% sepanjang tahun ini.
Untuk tahun fiskal 2027, Visa memperkirakan pertumbuhan pendapatan bersih berada pada kisaran dua digit rendah. Perusahaan juga memproyeksikan pertumbuhan laba per saham pada kisaran dua digit rendah hingga belasan persen.
Pesaing utama Visa, Mastercard, dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartalannya pada akhir pekan ini. Kinerja Mastercard akan menjadi pembanding untuk melihat ketahanan belanja konsumen serta aktivitas transaksi pembayaran global.














