Lampu Belakang Bermasalah, Tesla Tarik Lebih Dari 300.000 Kendaraan

Minggu, 20 November 2022 | 16:57 WIB   Reporter: Diki Mardiansyah
Lampu Belakang Bermasalah, Tesla Tarik Lebih Dari 300.000 Kendaraan

ILUSTRASI. Tesla menarik kembali lebih dari 300.000 kendaraan di AS karena kesalahan perangkat lunak yang berdampak matinya lampu belakang.


KONTAN.CO.ID - LOS ANGELES. Perusahaan otomotif pembuat asal Amerika Serikat (AS) Tesla menarik kembali lebih dari 300.000 kendaraan di AS karena kesalahan perangkat lunak yang berdampak matinya lampu belakang. Masalah itu dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Tesla menulis dalam dokumen yang diposting hari Sabtu oleh Administrasi Keselematan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS bahwa terdapat kesalahan yang mempengaruhi satu atau kedua lampu belakang kenadaraan Model 3 dan Model Y.

Adapun, lampu rem, lampu cadangan, dan lampu sein tidak terpengaruh oleh masalah perangkat lunak. Perusahaan pembuat mobil milik Elon Musk ini mengatakan sedang merilis pembaharuan perangkat lunak online yang akan memperbaiki masalah tersebut.

Baca Juga: Twitter Catatkan Rekor Jumlah Pengguna di Tengah Gejolak Hengkangnya Para Karyawan

Mengutip CBS News pada Sabtu (19/11), penarikan kembali kendaraan mencakup SUV Model Y 2020 hingga 2023 dan Model 3 2023 yang berjumlah sekitar 321.628 kendaraan.

Tesla menyadari masalah tersebut terjadi bulan Oktober setelah menerima keluhan terutama dari pelanggan di luar AS, bahwa lampu belakang kendaraan mereka tidak menyala. Perusahaan ini menyelesaikan penyelidikan masalah tersebut awal bulan November.

Baca Juga: Hadir di G20, Elon Musk Motivasi Mahasiswa Untuk Kembangkan Potensi

Pemilik kendaraan akan diberi tahu melalui surat mulai 14 Januari 2023. Perusahaan mengatakan dalam dokumen bahwa kendaraan masih dalam tahap produksi dan akan dikirimi pembaruan mulai 6 November 2022.

Pada 14 November 2022, Tesla telah menerima tiga klaim garansi karena masalah tersebut, tetapi tidak mengetahui adanya kecelakaan atau cedera terkait kesalahan tersebut.

Belum jelas berapa banyak kendaraan yang terkena dampak penarikan kembali yang dijual di Kanada.

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Terbaru