kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,82   1,25   0.16%
  • EMAS1.008.000 0,10%
  • RD.SAHAM 0.17%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laporan CDC: Sindrom langka terkait Covid-19 ditemukan pada hampir 600 anak di AS


Sabtu, 08 Agustus 2020 / 06:40 WIB
Laporan CDC: Sindrom langka terkait Covid-19 ditemukan pada hampir 600 anak di AS
ILUSTRASI. Jason Aguirre menggendong anaknya, Elle, 4, dan Shai, 6, setelah melihat Gedung Putih

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) melaporkan, hampir 600 anak dirawat di rumah sakit di Amerika Serikat dengan sindrom inflamasi langka yang terkait dengan virus corona selama empat bulan masa puncak pandemi.

Mengutip Reuters, Sabtu (8/8), sindrom inflamasi multisistem (MIS-C) adalah kondisi langka namun parah yang memiliki gejala serupa dengan schock toksik dan penyakit kawasaki, termasuk demam, ruam, kelenjar bengkak, dan dalam kasus yang parah ada peradangan jantung.

Gejala ini dilaporkan pada pasien anak-anak dan remaja sekitar dua hingga empat minggu setelah timbulnya Covid-19.

Baca Juga: Lebih dari 160.000 orang meninggal karena corona di AS, sekolah akan tetap dibuka?

Dalam laporan CDC menyebutkan, dengan meningkatnya kasus Covid-19, kemungkinan ada peningkatan kejadian MIS-C, tetapi mungkin tidak segera terlihat karena keterlambatan perkembangan gejala.

Pada Mei, CDC menerbitkan peringatan kesehatan dengan rincian bagaimana MIS-C bermanifestasi pada pasien, dan meminta dokter untuk melaporkan kasus yang dicurigai di AS ke departemen kesehatan lokal dan negara bagian.

Pada 29 Juli, departemen kesehatan negara bagian di seluruh negeri melaporkan total 570 pasien MIS-C yang didiagnosis dengan penyakit tersebut dari 2 Maret hingga 18 Juli.

Dalam laporan CDC menyebutkan, di antara kasus MIS-C, semua pasien dinyatakan positif Covid-19 dan 10 meninggal.

Data tersebut konsisten dengan dua penelitian AS yang diterbitkan pada bulan Juni dan beberapa laporan tentang sindrom tersebut di antara pasien Covid-19 di Prancis, Italia, Spanyol, dan Inggris.

Laporan tersebut, kata CDC, menyoroti perlunya kesadaran yang lebih besar di antara penyedia layanan kesehatan, karena membedakan pasien dengan MIS-C dari mereka dengan Covid-19 akut dan kondisi hiperinflamasi lainnya sangat penting untuk pengenalan dini, diagnosis dini, dan pengobatan yang tepat. 

Baca Juga: Perundingan di kongres gagal, Trump akan coba jalankan stimulus virus corona sendiri



TERBARU

[X]
×