kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Larangan berpergian akibat virus corona, sejumlah maskapai batalkan rute ke China


Selasa, 28 Januari 2020 / 13:07 WIB
Larangan berpergian akibat virus corona, sejumlah maskapai batalkan rute ke China
ILUSTRASI. Sejumlah maskapai internasional pilih batalkan penerbangan ke China

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Setelah sejumlah negara melakukan pembatasan akibat risiko berpergian ke China yang meningkat, beberapa maskapai internasinal pun merasakan dampaknya. Seperti berupa penurunan permintaan dan penyesuaian jadwal untuk terbang ke Negeri Tirai Bambu.

Mengutip Reuters, perusahaan penerbangan murah Korea Selatan, Air Seoul mengatakan, akan menghentikan semua penerbangan ke China. 

sementara Taiwan Airlines mengumumkan, penjadwalan lebih lanjut dari penerbangannya ke China dari Jumat (24/1) hingga 10 Februari mendatang. Maskapai ini juga membatalkan lima penerbangan dan mengatur ulang jadwal penerbangan lainnya.

Baca Juga: Pemerintah resmi keluarkan travel warning ke provinsi Hubei China

Taiwan Eva Airways juga menambahkan, beberapa penerbangan ke China mungkin dibatalkan.

Lufthansa Jerman mengungkapkan, Senin (27/1) pemesanan untuk penerbangannya ke dan dari China hanya sedikit akibat wabah virus corona.

Cathay Pacific Airways Ltd pun mengurangi sebanyak mungkin transit semalam di semua titik yang berada di Negeri Panda. Alhasil, beberapa jadwal penerbangan mulai berubah.

International SOS, sebuah perusahaan jasa medis dan keamanan perjalanan yang menyarankan perusahaan perjalanan, mengatakan untuk saat ini perjalanan bisnis ke China, di luar Provinsi Hubei, dapat dilanjutkan.

Baca Juga: Sejumlah perusahaan global keluarkan larangan berkunjung ke China

"Tetapi ini bisa diperbarui jika ada pembatalan penerbangan besar di seluruh China dan lebih banyak gangguan pada transportasi darat, termasuk kereta api," kata Direktur Keamanan Regional SOS Internasional, James Robertson.

"Banyak klien kami telah memilih untuk menunda atau membatalkan perjalanan mendatang berdasarkan penilaian individu mereka sendiri," kata Robertson. "Jika orang memang memilih untuk bepergian, mereka membutuhkan rencana perjalanan yang fleksibel yang memperhitungkan waktu ekstra untuk pemeriksaan suhu dan kesehatan," pungkas dia.




TERBARU

[X]
×