kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.065.000 1,04%
  • RD.SAHAM 0.85%
  • RD.CAMPURAN 0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Lebih dari 15.000 karyawan Delta Air Lines sepakat pensiun dini


Selasa, 14 Juli 2020 / 15:50 WIB
Lebih dari 15.000 karyawan Delta Air Lines sepakat pensiun dini
ILUSTRASI. Pesawat Delta Air Lines. REUTERS/Lucas Jackson/File Photo

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - CHICAGO. Sebanyak 15.000 lebih dari karyawan maskapai Delta Air Lines dikabarkan sepakat untuk ikut dalam program pensiun dini. Dengan begitu, perusahaan ini bisa menghindari untuk merumahkan karyawan (furlough).

Hal itu diungkapkan oleh sumber Reuters. Kesepakatan karyawan untuk pensiun dini tersebut bahkan datang disaat maskapai Amerika Serikat (AS) lain tengah menyuarakan kekhawatiran akan pekerjaan.

Delta yang merupakan maskapai besar di AS tengah mencoba meyakinkan karyawanya untuk mengundurkan diri secara sukarela sebelum pemerintah melarang perusahaan melakukan PHK paksa yang berakhir pada 30 September mendatang. Maskapai ini telah memperingatkan karyawannya bahwa perusahaan akan melakukan pemangkasan karyawan di tengah pukulan Pandemi Covid-19.

Baca Juga: Tandingi China, Jepang bangun jet tempur siluman paling canggih di dunia

Mengutip Reuters, Selasa (14/7), batas waktu yang diberikan Delta Air Lines bagi karyawan untuk menerima paket pensiun dini adalah pada 13 Juni 2020.

Sesuai dengan kontrak kerja maka maskapai penerbangan hanya bisa mempensiunkan karyawan berdasarkan urutan senioritas. Namun, adanya program pensiun dini tersebut akan mendorong lebih banyak pekerja lama yang akan keluar sehingga pada akhirnya akan menurunkan biaya tenaga kerja.

Maskapai penerbangan AS lainnya telah memperingatkan kemungkinan cuti untuk merumahkan karyawan. United Airlines mengirimkan peringatan kepada sekitar 45% dari pekerja garis depan pada pekan lalu. American Airlines sedang bersiap untuk mengirim peringatan dan menambah paket pensiun dini pada pekan ini.

Kemarin, Chief Executive Southwest Airlines Gary Kelly mengatakan pada karyawannya akan kekhawatiran perusahaan terkait peningkatan kembali kasus Covid-19 belakangan ini. Sementara untuk mencegah PHK diperlukan kenaikan jumlah penumpang tiga kali lipat hingga akhir tahun.

Baca Juga: Dampak Corona, Industri Penerbangan China Rugi US$ 4,9 Miliar di Kuartal II

"Meskipun cuti dan PHK tetap menjadi pilihan terakhir kami, kami tidak dapat mengesampingkannya sebagai kemungkinan yang jelas dalam lingkungan yang sangat buruk ini," kata Kelly

Sementara karyawan Southwest and United telah diberi batas waktu sampai 5 Juli untuk mengajukan ikut dalam program pensiun dini. Menurut aturan ketenagakerjaan, perusahaan maskapai harus memberi pemberitahuan 60 hari kepada karyawan tentang potensi cuti. Namun, tidak semua orang yang menerima pemberitahuan akan dilepaskan.

Maskapai saat ini tengah bergulat dengan kelebihan pegawai dan harus membakar jutaan dolar uang tunai setiap hari. Sementara perusahaan harus membatasi jumlah penumpang pada penerbangan sebagai bagian dari protokol penceghan Covid-19.



TERBARU

[X]
×