kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.043
  • EMAS656.000 -0,23%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Lebih dari separuh top unicorn di bidang artificial intelligence (AI) lahir di China

Senin, 11 Februari 2019 / 16:05 WIB

Lebih dari separuh top unicorn di bidang artificial intelligence (AI) lahir di China
ILUSTRASI. Ilustrasi Start Up

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. China menjadi rumah bagi kebanyakan perusahaan rintisan artificial intelligence (AI) yang bernilai US$ 1 miliar atau lebih. Banyaknya unicorn yang lahir di China diketahui berdasarkan laporan perusahaan riset yang melacak aktivitas modal ventura, CB Insights. 

Seperti dilaporkan South China Morning Post, enam dari sebelas unicorn start-up top di bidang AI berasal dari China. Perusahaan rintisan SenseTime berada di posisi teratas dengan valuasi sebesar US$ 4,5 miliar.


Dua perusahaan pengenalan wajah China dalam daftar, SenseTime bersama star up Face ++, juga menerima pendanaan ekuitas paling banyak di antara semua perusahaan rintisan AI. Masing-masing mengumpulkan US$ 1,6 miliar dan US $ 608 juta. 

Unicorn top AI lainnya dari China di antaranya adalah Yitu Technology, 4Paradigm, dan perusahaan penggerak otonom Pony.ai dan Momenta.

Meningkatnya valuasi start up AI tak lepas dari pendanaan yang kuat di sektor ini dalam beberapa waktu ke belakang. Investasi global secara keseluruhan dalam start-up AI naik 1,5 kali menjadi US$ 10,7 miliar pada tahun 2017 dari US $ 4 miliar pada tahun sebelumnya.

Perusahaan rintisan AI China mengumpulkan US$ 4,9 miliar pada tahun 2017 mengalahkan kompetitor dari AS yang mendapatkan US $ 4,4 miliar.

China saat ini memang masih tertinggal dari Amerika Serikat soal mobil otonom. Meski belakangan kesenjangan antara keduanya kian sempit. 

Sementara itu China terus mengembangkan teknologi yang telah dijuluki revolusi industri keempat alias 4.0. Dalam cetak biru yang dibuat, Tiongkok ingin mengejar ketertinggalannya dalam teknologi dan aplikasi AI pada tahun 2020. Kemudian melakukan terobosan besar pada tahun 2025, dan menjadi pemimpin global di bidang ini pada tahun 2030.

Di sisi lain AS menjadi semakin waspada dengan ambisi China untuk memimpin dalam teknologi ini dan mengambil langkah-langkah untuk memeriksa ekspansi perusahaan seperti Huawei di sejumlah bidang seperti jaringan telekomunikasi generasi kelima (5G) yang akan mendukung peluncuran aplikasi ini.

Berdasarkan sejumlah penelitian, sejak 2014 China telah memimpin dalam jumlah pengajuan paten pertama di bidang AI, diikuti oleh AS di tempat kedua.

Pemerintah Cina telah memilih lima perusahaan untuk memelopori upaya penelitian nasional, termasuk raksasa pencarian Baidu yang berfokus kendaraan otonom, pemimpin e-commerce Alibaba Group yang bekerja di kota-kota pintar, dan media sosial dan pembangkit tenaga listrik. Sementara Tencent yang berspesialisasi dalam visi komputer untuk diagnosis medis.

Start up yang lebih kecil seperti iFlyTek ditunjuk sebagai pemimpin dalam kecerdasan suara sementara fokus SenseTime adalah pada visi cerdas.


Sumber : South China Morning Post
Editor: Tendi
Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0555 || diagnostic_web = 0.6188

Close [X]
×