Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.058
  • SUN95,65 0,01%
  • EMAS673.000 -0,59%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

China membantah telah menempatkan 250 mata-mata di ibu kota Uni Eropa

Senin, 11 Februari 2019 / 13:02 WIB

China membantah telah menempatkan 250 mata-mata di ibu kota Uni Eropa
ILUSTRASI. ilustrasi warga China

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pemerintah China membantah laporan media Eropa yang menyebut negara tersebut memiliki ratusan mata-mata yang ditugaskan di Brussels yang merupakan ibu kota de facto Uni Eropa. Sebelumnya saluran televisi Jerman, Welt melaporkan bahwa sejumbah diplomat dan pejabat militer Uni Eropa telah diperingatkan terkait adanya 250 agen mata-mata Tiongkok di kota tersebut.

Dilansir dari South China Morning Post, laporan tersebut berasal dari informan European External Action Service (EEAS), yang merupakan bagian dari Uni Eropa. Pihak China sendiri telah membantah laporan tersebut.


"Kami sangat terkejut dengan laporan yang tidak berdasar tersebut," kata pernyataan misi China untuk Uni Eropa di situs webnya. "China selalu menghormati kedaulatan semua negara, dan tidak ikut campur dalam urusan internal negara lain," lanjut pernyataan tersebut.

Beijing disebut terus berkomitmen untuk menjaga hubungan yang sehat dan stabil dengan Uni Eropa. Dengan begitu semua pihak disebut harus memperlakukan hubungan China dan Uni Eropa secara objektif dan adil. "Dan tidak membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab," teas pernyataan tersebut.

Menurut laporan Welt, sebagian besar mata-mata menjalankan aksinya di dalam kedutaan atau unit perusahaan lokal yang berbasis di negara asal mereka.

Para diplomat bahkan disarankan untuk menghindari kawasan tertentu di Brussels. Termasuk restoran steak dan kafe yang berjarak cukup dekat dengan kantor Komisi Eropa dan EEAS.

Klaim Uni Eropa ini adalah yang bagian terbaru dalam gelombang tuduhan spionase yang dilakukan terhadap Beijing. Pada hari Jumat, kedutaan besar Tiongkok di Vilnius membalas apa yang disebutnya tuduhan "konyol" tentang mata-mata yang dibuat oleh Lithuania.

Badan intelijen negara Baltik tersebut pada pekan lalu menuduh China telah merekrut warganya untuk terlibat dalam kegiatan spionase dan mempengaruhi opini publik tentang isu-isu seperti kemerdekaan Tibet dan Taiwan.

"Karena ambisi ekonomi dan politik China di Lithuania dan negara-negara NATO dan UE lainnya meningkat, kegiatan intelijen dan layanan keamanan China menjadi semakin agresif," kata badan tersebut dalam laporan tahunan mereka.

Mantan negara Soviet juga telah bergabung dengan negara-negara Eropa lainnya dalam menyatakan pandangannya tentang kegiatan raksasa telekomunikasi China Huawei.

Kepala Departemen Keamanan Negara Lithuania Darius Jauniskis mengatakan pekan lalu bahwa agensinya menganalisis potensi ancaman yang ditimbulkan oleh Huawei, yang teknologinya digunakan untuk membangun jaringan 5G baru di negara itu.

Pada 11 Januari, polisi di Polandia menangkap direktur penjualan Huawei dan warga negara Polandia Wang Weijing atas tuduhan mata-mata. Meskipun dinas keamanan mengatakan penangkapan itu tidak terkait dengan Huawei, agen-agen intelijen AS telah memperingatkan sekutu Amerika tentang dugaan hubungan perusahaan dengan Beijing.

Sumber : South China Morning Post
Editor: Tendi

Video Pilihan

Tag
TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0472 || diagnostic_web = 0.4076

Close [X]
×