kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

LG Energy Solution Teken Kontrak US$ 4,3 Miliar untuk Pasok Baterai Tesla


Rabu, 30 Juli 2025 / 09:40 WIB
LG Energy Solution Teken Kontrak US$ 4,3 Miliar untuk Pasok Baterai Tesla
ILUSTRASI. LG Energy Solution asal Korea Selatan mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka telah menandatangani dua kontrak untuk memasok baterai kendaraan listrik ke perusahaan Ford Motor di Eropa. Pengumuman itu tanpa mengungkapkan nilai kesepakatan tersebut. Foto: Ist/ LG Energy Solution


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Produsen baterai asal Korea Selatan, LG Energy Solution (LGES), telah menandatangani kontrak senilai US$ 4,3 miliar untuk memasok baterai lithium iron phosphate (LFP) kepada Tesla, menurut sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut pada Rabu (30/7/2025).

Baterai tersebut akan dipasok dari pabrik LGES yang berlokasi di Amerika Serikat (AS). Sumber tersebut meminta identitasnya dirahasiakan karena rincian kontrak belum diumumkan secara publik.

Baca Juga: Samsung Dapat Kontrak Besar dari Tesla, Nilainya Tembus US$16,5 Miliar

Sebelumnya pada hari yang sama, LGES mengumumkan bahwa pihaknya telah menandatangani kontrak global senilai US$ 4,3 miliar untuk memasok baterai LFP selama tiga tahun, tanpa menyebutkan nama pelanggan.

Pengumuman LGES, merupakan pemasok utama bagi Tesla dan General Motors tidak merinci apakah baterai LFP itu akan digunakan untuk kendaraan listrik atau sistem penyimpanan energi (energy storage systems/ESS).

“Dalam perjanjian kami, kami tidak dapat mengungkapkan identitas pelanggan karena kewajiban kerahasiaan,” kata LGES kepada Reuters. Sementara itu, Tesla belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi.

Kesepakatan ini terjadi di tengah maraknya upaya negara dan perusahaan untuk menjalin perjanjian pasokan dengan AS, menyusul pengumuman kerja sama pasokan chip senilai US$ 16,5 miliar antara Samsung Electronics dan Tesla awal pekan ini.

Kontrak pasokan baterai LFP antara LGES dan Tesla berlaku mulai Agustus 2027 hingga Juli 2030.

LGES juga menyatakan bahwa perjanjian tersebut mencakup opsi perpanjangan hingga tujuh tahun, serta potensi peningkatan volume pasokan tergantung pada hasil pembicaraan lanjutan dengan pelanggan.

Baca Juga: Laba LG Energy Solution Melonjak di Kuartal II, Tapi Peringatkan Akan Dampak Tarif AS

LGES merupakan salah satu dari sedikit produsen baterai LFP yang berbasis di AS, mengingat teknologi baterai ini selama ini didominasi oleh produsen asal China yang minim kehadiran di pasar Amerika.

Perusahaan ini telah memulai produksi baterai LFP di pabriknya yang berlokasi di Michigan sejak Mei lalu.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×