kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

LVMH Melemah, Hermes Resmi Jadi Brand Mewah Paling Berharga di Dunia


Rabu, 16 April 2025 / 12:59 WIB
ILUSTRASI. Toko milik LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton di Vienna, Austria, 4 Oktober 2018. REUTERS/Lisi Niesner/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Louis Vuitton Moët Hennessy alias LVMH kehilangan tahtanya sebagai merek mewah paling berharga di dunia. Posisi tersebut kini resmi jadi milik Hermes.

Melansir Investopedia, saham LVMH anjlok pada hari Selasa (15/4) setelah perusahaan melaporkan penurunan penjualan.

Saham LVMH turun hampir 8% di Eropa, sementara saham Hermes naik tipis 0,2%. Kenaikan tipis itu sukses membuat Hermes menjadi merek mewah paling berharga di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.

Saham LVMH telah kehilangan hampir seperempat nilainya sejak awal tahun 2025, sementara saham Hermes naik lebih dari 1%.

Hermes memiliki kapitalisasi pasar sekitar €246,4 miliar atau sekitar US$280 miliar, sementara kapitalisasi pasar LVMH kini ada di kisaran €244,1 miliar.

Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Dunia Periode April 2025

Performa Buruk Sejak Awal Tahun

LVMH, induk dari Louis Vuitton, Tiffany, dan puluhan merek mewah lainnya, dalam laporan hari Senin mengakui bahwa pendapatan kuartal pertamanya turun sekitar 2% tahun-ke-tahun (YoY).

Kepala Keuangan LVMH, Cecile Cabanis, mengatakan bahwa perusahaannya terus menghadapi ketidakpastian makro dan kurangnya visibilitas pada faktor eksternal.

"Benar bahwa klien yang memiliki aspirasi selalu lebih rentan dalam siklus ekonomi yang kurang positif dan ketidakpastian, dan hal ini mungkin berdampak dalam beberapa minggu terakhir," kata Cabanis, dikutip AlphaSense.

Cabanis menambahkan, jeda 90 hari saat ini dapat memberikan ruang bagi negosiasi untuk meningkatkan tarif. Diharapkan bahwa masing-masing merek LVMH mampu menangani biaya tarif dengan cara yang berbeda.

Tonton: Lunakkan Hati Trump, Indonesia akan Tambah Impor dari AS US$ 318 Triliun




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×