kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.770   36,00   0,20%
  • IDX 6.233   -22,24   -0,36%
  • KOMPAS100 828   -2,62   -0,32%
  • LQ45 627   2,64   0,42%
  • ISSI 213   -0,08   -0,04%
  • IDX30 356   1,65   0,47%
  • IDXHIDIV20 437   2,08   0,48%
  • IDX80 94   0,15   0,16%
  • IDXV30 115   -0,66   -0,57%
  • IDXQ30 115   1,12   0,98%

Mahathir: Malaysia terjebak di tengah perang dagang AS-China dan jadi sasaran sanksi


Senin, 21 Oktober 2019 / 16:56 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berbicara dalam acara pembukaan Konferensi Minyak & Gas Asia ke-20 di Kuala Lumpur, Malaysia, 24 Juni 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, negaranya yang bergantung pada ekspor bisa terkena sanksi perdagangan di tengah proteksionisme yang meningkat, menyusul perang dagang Amerika Serikat (AS)-China.

Cuma, Mahathir tidak menyebutkan sumber kemungkinan sanksi terhadap Malaysia. Yang terang, dia kecewa lantaran para pendukung perdagangan bebas sekarang terlibat dalam praktik-praktik perdagangan terbatas pada "skala besar".

"Sayangnya, kami terperangkap di tengah," kata Mahatir dalam konferensi di Kuala Lumpur, Senin (21/10), merujuk pada perang dagang AS-Cina, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Trump berharap kesepakatan dagang AS-China diteken pertengahan November

"Secara ekonomi kita terhubung dengan kedua pasar (AS-China), dan secara fisik kita juga terjebak di antara keduanya karena alasan geografis. Bahkan, ada saran bahwa kita sendiri akan menjadi sasaran sanksi," ujar dia.

AS dan Cina merupakan mitra dagang utama Malaysia. Nilai ekspor negeri jiran terbesar kedua dan ketiga sepanjang Januari hingga Agustus tahun ini adalah ke AS dan China. Sedang Singapura ada di nomor satu.




TERBARU

[X]
×