kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Mahathir: Malaysia terjebak di tengah perang dagang AS-China dan jadi sasaran sanksi


Senin, 21 Oktober 2019 / 16:56 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berbicara dalam acara pembukaan Konferensi Minyak & Gas Asia ke-20 di Kuala Lumpur, Malaysia, 24 Juni 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Untuk mengurangi dampak perang dagang dua raksasa ekonomi dunia itu, Mahathir menyatakan, Malaysia lebih banyak berkolaborasi dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: IMF: Dampak perang dagang ke ekonomi dunia bisa setara dengan ekonomi Swiss

Mahathir juga mengeluh diintimidasi oleh negara-negara kuat, merujuk pada kampanye negara-negara Eropa terhadap minyak kelapa sawit (CPO) yang jadi andalan ekspor Malaysia. CPO berkontribusi 2,8% dari produk domestik bruto (PDB) Malaysia tahun lalu dan 4,5% dari total ekspor.

"Setelah menebangi sebagian besar hutan mereka dan menolak untuk mengurangi emisi berbahaya mereka, mereka sekarang mencoba memiskinkan orang miskin dengan mencegah mereka dari menebangi hutan mereka untuk ruang hidup dan mencari nafkah," sebut Mahathir.

Ada juga kekhawatiran bahwa India, salah satu pembeli CPO terbesar Malaysia, akan membatasi impor produk tersebut karena pertikaian diplomatik atas komentar yang Mahathir buat tentang tindakan New Delhi baru-baru ini di wilayah Kashmir.




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×