kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Mahathir tak mau membalas aksi boikot CPO oleh India


Senin, 20 Januari 2020 / 13:49 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Mahathir tak mau membalas aksi boikot CPO oleh India . REUTERS/Willy Kurniawan


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

Benchmark Futures sawit Malaysia turun hampir 10% minggu lalu, yang merupakan penurunan mingguan terbesar mereka dalam lebih dari 11 tahun.

New Delhi juga tidak senang dengan penolakan Malaysia untuk mencabut status penduduk tetap bagi pengkhotbah kontroversial Zakir Naik, yang telah tinggal di Malaysia selama sekitar tiga tahun dan menghadapi tuduhan pencucian uang dan ujaran kebencian di India.

Baca Juga: Emiten sektor CPO diuntungkan permintaan yang meningkat

Mahathir mengatakan bahkan jika pemerintah India menjamin persidangan yang adil, Naik menghadapi ancaman nyata tindakan main hakim sendiri.

Selain itu Malaysia hanya akan memindahkan sang pengkhotbah jika ia dapat menemukan negara ketiga di mana ia akan merasa aman. "Jika kita dapat menemukan tempat untuknya, kita akan mengirimnya keluar," ungkapnya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×