kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Makin Banyak Pasangan di China Tunda Menikah Gara-Gara Ekonomi China Melemah


Senin, 05 Agustus 2024 / 14:18 WIB
ILUSTRASI. Jumlah pasangan di China atau Tiongkok yang menikah pada paruh pertama tahun ini turun ke level terendah sejak 2013.


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Jumlah pasangan di China atau Tiongkok yang menikah pada paruh pertama tahun ini turun ke level terendah sejak 2013. Ini karena semakin banyak anak muda yang menunda pernikahan di tengah ekonomi yang melambat dan kenaikan biaya hidup.

Jumlah pernikahan di Tiongkok terkait erat dengan jumlah kelahiran, dan penurunan ini kemungkinan akan mengecewakan para pembuat kebijakan yang berusaha keras untuk meningkatkan populasi yang telah menyusut selama dua tahun berturut-turut.

Seperti dikutip Reuters, sebanyak 3,43 juta pasangan menikah dalam enam bulan pertama tahun ini, turun 498.000 dari periode yang sama tahun lalu, menurut data pendaftaran pernikahan.

Baca Juga: Soal Rudal AS, Ini Warning Menteri Luar Negeri China ke Filipina

Pernikahan dipandang sebagai prasyarat untuk memiliki anak karena adanya insentif dan kebijakan yang meluas, termasuk persyaratan bagi orang tua untuk menunjukkan surat nikah guna mendaftarkan anak mereka dan menerima tunjangan negara.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×