kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45916,25   -4,93   -0.53%
  • EMAS960.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.05%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Makin mesra, AS dan Taiwan perkuat hubungan ekonomi untuk hadapi tekanan China


Sabtu, 21 November 2020 / 11:23 WIB
Makin mesra, AS dan Taiwan perkuat hubungan ekonomi untuk hadapi tekanan China
ILUSTRASI. Amerika Serikat (AS) dan Taiwan mengadakan pembicaraan pada Jumat (20/11), tentang penguatan hubungan ekonomi.


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat (AS) dan Taiwan mengadakan pembicaraan pada Jumat (20/11), tentang penguatan hubungan ekonomi mereka dalam menghadapi tekanan yang meningkat di Taiwan dari China. Taiwan memuji pembicaraan dengan AS itu sebagai langkah maju yang sukses.

Pembicaraan, di bawah naungan Dialog Kemitraan Kemakmuran Ekonomi yang baru, diadakan secara virtual dan langsung, dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri AS Keith Krach. Krach pernah membuat marah China saat berkunjung ke Taiwan pada bulan September 2020 lalu.

Wakil Menteri Urusan Ekonomi Taiwan Chen Chern-chyi membawa delegasi ke Washington untuk berdiskusi.

Sebuah pernyataan dari kantor perwakilan Taiwan di Washington menyebutkan, kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman untuk membentuk "mekanisme dialog yang dilembagakan."

Baca Juga: Militer China makin modern, Taiwan mulai bangun armada kapal selam baru

"Kedua belah pihak juga membahas berbagai masalah termasuk sains dan teknologi, restrukturisasi rantai pasokan, jaringan 5G, tinjauan investasi, infrastruktur dan energi, keamanan kesehatan global dan pemberdayaan ekonomi perempuan," sebut perwakilan Taiwan yang dikutip Reuters.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan, AS dan Taiwan sepakat merundingkan perjanjian sains dan teknologi untuk "memajukan pemahaman dan kolaborasi bersama dalam berbagai topik sains dan teknologi".

Pembicaraan di masa depan akan membantu memperkuat hubungan ekonomi mereka dan komitmen bersama terhadap pasar bebas, kewirausahaan, dan kebebasan.

Dialog, yang diharapkan Taiwan pada akhirnya dapat mengarah pada perjanjian perdagangan bebas, adalah bagian dari peningkatan keterlibatan AS dengan Taiwan di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump, telah membuat marah China.

China mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya dan bereaksi dengan marah ketika Menteri Kesehatan AS Alex Azar mengunjungi Taiwan pada bulan Agustus, diikuti oleh Krach pada bulan September 2020. China mengirimkan jet tempur ke dekat Taiwan setiap kali pejabat AS berkunjung ke Taiwan.

Azar adalah pejabat AS paling senior yang mengunjungi Taiwan sejak Washington mengalihkan pengakuan diplomatik resmi ke China pada 1979 dan Krach adalah pejabat Departemen Luar Negeri paling senior yang mengunjungi Taiwan dalam empat dekade itu.

 

Selanjutnya: Aksi China ini picu kecemasan akan konflik besar-besaran dengan Taiwan

 




TERBARU

[X]
×