Malaysia Deteksi Kasus Omicron Kedua: Gadis 8 Tahun yang Baru Kembali dari Nigeria

Jumat, 17 Desember 2021 | 05:43 WIB Sumber: The Straits Times
Malaysia Deteksi Kasus Omicron Kedua: Gadis 8 Tahun yang Baru Kembali dari Nigeria

ILUSTRASI. Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan, Malaysia mendeteksi kasus Omicron kedua. Photo by Wong Fok Loy/SOPA Images/Sipa USA


KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan, Malaysia mendeteksi kasus Omicron kedua. Kasus itu terdeteksi setelah pasien berusia delapan tahun itu kembali dari Nigeria bersama keluarganya.

Melansir The Straits Times, Khairy juga mengumumkan bahwa ada 18 kemungkinan kasus yang saat ini sedang menjalani sekuensing genom untuk menentukan jenis varian.

Hasilnya, kata dia, diperkirakan akan diketahui pada Jumat (17 Desember).

Khairy mengatakan bahwa gadis tersebut, ibu dan saudaranya tiba di Malaysia pada 5 Desember setelah transit di Doha, Qatar.

Mereka menjalani tes kedua reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) setibanya di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) dan kemudian ditempatkan di bawah karantina.

Baca Juga: Varian Omicron meluas, pemerintah belum menambah daftar larangan masuk Indonesia

Hasil tes untuk tes RT-PCR kedua keluar dua hari kemudian pada 7 Desember, dan dikonfirmasi sebagai kasus Omicron pada 14 Desember.

Gadis itu tidak menunjukkan gejala dan telah ditempatkan di bawah isolasi rumah selama 14 hari sejak 7 Desember.

"Yang paling dekat dengan kasus ini adalah ibu, saudara perempuan, ayah, dan sopir taksi yang mengantar mereka dari KLIA ke rumah mereka," kata Pak Khairy.

Ibu dan adik perempuannya dinyatakan negatif saat tiba di Malaysia pada hari kelima dan pada hari ke-11. Mereka juga tanpa gejala.

Baca Juga: Antisipasi penularan varian Omicron memerlukan langkah multi intervensi

Ayahnya, yang tiba di Malaysia pada 12 Desember, sedang dikarantina di sebuah pusat karantina pribadi.

"Hasil tes untuk ayahnya pada saat kedatangan negatif," kata Khairy.

Tes terhadap sopir taksi yang tidak menunjukkan gejala itu masih terus dilakukan, kata Menkes.

Ada 35 kontak lain dalam penerbangan gadis itu, semuanya dites negatif pada saat kedatangan dan pada Hari ke-5.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru