Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Permintaan biodiesel berbasis minyak sawit di Malaysia diproyeksikan meningkat lebih dari 300.000 ton per tahun, seiring kebijakan pemerintah yang menaikkan mandat campuran biodiesel.
Mengutip laporan Reuters Kamis (16/4/2026), Malaysian Palm Oil Board menyebut peningkatan ini terjadi setelah pemerintah Malaysia berencana menaikkan mandat biodiesel dari 10% (B10) menjadi 15% (B15), meski belum menetapkan jadwal implementasinya.
Baca Juga: Harapan Perdamaian Timur Tengah Menguat, Israel Bahas Gencatan Senjata Lebanon
Sebagai tahap awal, pemerintah akan menerapkan campuran 12% (B12) tanpa tambahan biaya produksi dengan memanfaatkan fasilitas pencampuran biodiesel yang sudah ada.
Direktur Jenderal MPOB, Ahmad Parveez Ghulam Kadir, menjelaskan bahwa transisi dari B10 ke B12 diperkirakan meningkatkan konsumsi biodiesel sekitar 130.000 ton per tahun. Sementara peningkatan ke B15 akan menambah sekitar 204.000 ton per tahun.
“Kebijakan ini akan menguntungkan perekonomian nasional dengan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, memperkuat harga crude palm oil (CPO), serta meringankan beban pengguna diesel,” ujarnya.
Baca Juga: Harga Rumah Baru China Terus Turun, Meski Kota Besar Mulai Stabil
Saat ini, Malaysia sebagai produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia telah menerapkan mandat B10 untuk sektor transportasi.
Bahkan, mandat B20 sudah berlaku di wilayah tertentu seperti Labuan, Pulau Langkawi, dan negara bagian Sarawak (kecuali Bintulu).
Ke depan, kebijakan biodiesel ini akan mencakup penjualan solar di stasiun ritel serta sektor-sektor bersubsidi.
Pemerintah juga membuka peluang ekspansi ke sektor industri, tergantung pada arah kebijakan nasional.
Meski konsumsi domestik meningkat, MPOB menilai dampaknya terhadap ekspor minyak sawit relatif terbatas. Hal ini karena kapasitas produksi crude palm oil Malaysia dinilai masih kuat, sehingga volume ekspor diperkirakan tetap stabil.
Baca Juga: Baht Thailand dan Dolar Taiwan Pimpin Penguatan Mata Uang Asia pada Kamis (16/4)
Sebagai gambaran, Malaysia memproduksi sekitar 20,28 juta ton CPO pada tahun lalu, dengan total ekspor mencapai 15,27 juta ton.













